Iran Klaim Tembak Jatuh Drone Canggih AS di Selat Hormuz

RBN || Teheran

Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah Teheran mengumumkan keberhasilan melumpuhkan pesawat nirawak milik AS. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan drone MQ-9 di kawasan Selat Hormuz.

Pengumuman tersebut disampaikan IRGC pada Selasa (3/11/2026), menyusul operasi pertahanan udara di wilayah perairan strategis itu. Drone MQ-9 dilaporkan berhasil dicegat di bagian timur Selat Hormuz menggunakan sistem pertahanan udara terbaru Iran.

Menurut IRGC, operasi tersebut melibatkan jaringan pertahanan udara terintegrasi yang mengoordinasikan pendeteksian dan pencegatan sasaran. Iran menyebut keberhasilan itu sebagai bukti kemampuan sistem pertahanannya menghadapi pesawat nirawak canggih.

Selain menghancurkan MQ-9, pasukan Iran mengklaim berhasil mengamankan dua drone jenis MQM-170 di sekitar Pulau Qeshm. Operasi pada Senin (2/11/2026) itu disebut menggunakan teknologi peperangan elektronik untuk mengganggu kendali pesawat.

Dengan penangkapan tersebut, IRGC menyatakan total empat drone MQM-170 milik AS telah berhasil diamankan. Iran juga mengklaim pernah mengambil alih sistem kendali drone serupa dan mendaratkannya tanpa kerusakan fisik.

Pihak Iran menduga pesawat tersebut digunakan untuk memetakan kemampuan pertahanan udara di kawasan Teluk Persia dan Pulau Qeshm. Operasi pengintaian itu disebut berpotensi mengungkap posisi serta kemampuan sistem pertahanan militer Iran.

MQM-170 Outlaw merupakan drone produksi perusahaan Amerika Serikat, Griffon Aerospace, yang dirancang untuk mendukung latihan pertahanan udara. Pesawat nirawak tersebut dapat digunakan untuk menyimulasikan ancaman udara dan menguji kemampuan deteksi serta respons sistem pertahanan.

Sementara itu, klaim Iran mengenai keberhasilan melumpuhkan pesawat nirawak Amerika Serikat belum memperoleh verifikasi independen. Militer AS sebelumnya juga membantah laporan Iran terkait pengambilalihan drone pengintai di kawasan Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut kembali menyoroti situasi keamanan Selat Hormuz yang memiliki peran penting dalam jalur perdagangan energi dunia. Klaim kedua negara mengenai aktivitas militernya di kawasan itu masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Sumber: Antara News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *