Sinergi PKP dan BTN Percepat Akses Hunian Layak
RBN || Jakarta
Pemerintah memperkuat kerja sama dengan sektor perbankan untuk mempercepat penyediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan Bank Tabungan Negara (BTN) diarahkan untuk memperluas pembiayaan sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah.
Menteri PKP Maruarar Sirait bertemu Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu di Jakarta, Senin (2/11/2026), untuk membahas sejumlah strategi pembiayaan perumahan. Pembahasan mencakup percepatan Kredit Us aha Rakyat (KUR) Perumahan, optimalisasi KPR Subsidi melalui skema FLPP, serta pengembangan inovasi pembiayaan.
Menteri Ara menilai terobosan BTN dapat membantu mempercepat penyaluran rumah subsidi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha sektor perumahan. Ia juga mengapresiasi kontribusi BTN dalam mendukung program Kementerian PKP, khususnya FLPP dan KUR Perumahan.
Berdasarkan laporan BP Tapera, penyaluran rumah subsidi secara keseluruhan telah melampaui 167.000 unit atau sekitar 56,03 persen dari target. BTN disebut menjadi salah satu kontributor utama, dengan kontribusi bersama Bank Syariah Nasional mencapai sekitar 123.000 unit dari target gabungan sekitar 135.000 unit.
BTN juga menyiapkan sejumlah inovasi, termasuk pembiayaan tambahan maksimal 30 persen untuk melengkapi rumah subsidi agar siap dihuni. Program recycle housing turut dikembangkan dengan mengoptimalkan rumah lama yang tidak termanfaatkan melalui perbaikan dan peningkatan kelayakan bangunan.
Pengembangan rumah susun subsidi di Manggarai juga terus dipersiapkan, dengan sekitar 1.500 pendaftar. Selain itu, BTN memperluas komunikasi dengan organisasi seperti PBNU dan Muhammadiyah untuk mendukung penyediaan hunian bagi pekerja dan tenaga pendidik.
Kementerian PKP dan BTN selanjutnya akan memperkuat koordinasi operasional agar KUR Perumahan dan FLPP berjalan lebih optimal. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan ketersediaan hunian sekaligus memastikan pembiayaan perumahan semakin mudah dijangkau masyarakat.


