Gedung KUA Diperbarui, Kualitas Layanan Jadi Perhatian

RBN || Madiun

Pembangunan gedung Kantor Urusan Agama (KUA) melalui pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) membawa perubahan pada sejumlah fasilitas pelayanan keagamaan. Namun, peningkatan kualitas bangunan perlu diikuti dengan pelayanan yang semakin baik dan pemanfaatan fasilitas secara optimal.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menegaskan, keberadaan gedung yang representatif tidak boleh berhenti pada aspek fisik. Perawatan fasilitas serta peningkatan kualitas layanan harus menjadi perhatian agar keberadaan KUA benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Yang KUA-nya sudah bagus, tantangannya pasti perawatan. Kualitas pelayanan juga harus dikedepankan agar benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Abu Rokhmad dalam kegiatan Penguatan Layanan KUA di KUA Geger, Madiun, Kamis (29/10/2026).

Abu Rokhmad mengapresiasi kondisi KUA Geger yang dinilai bersih, luas, dan nyaman. Ia meminta jajaran Kementerian Agama di daerah ikut memastikan sarana tersebut terawat serta mendorong kepala Kantor Kemenag untuk rutin melihat kondisi KUA di wilayah masing-masing.

Penguatan layanan juga diarahkan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Kerja sama tersebut dapat dikembangkan untuk pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan mualaf, maupun berbagai program sosial.

Di sisi lain, koordinasi antara penghulu dan penyuluh agama juga dinilai penting dalam memperkuat layanan Bimas Islam. Kedua unsur tersebut diharapkan saling melengkapi dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Penguatan peran penghulu dan penyuluh agama menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan,” pungkas Abu Rokhmad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *