Survei KedaiKOPI Ungkap 75,8 Persen Pemuda Siap Memilih pada Pemilu 2029
RBN || Jakarta
Minat generasi muda terhadap politik Indonesia masih tergolong tinggi meskipun sebagian besar merasa aspirasinya belum mendapat perhatian yang memadai. Survei Lembaga KedaiKOPI mencatat 75,8 persen responden berkomitmen menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029.
Temuan tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara keinginan berpartisipasi dan kepuasan terhadap keterwakilan politik. Sebanyak 64,6 persen responden mengaku tertarik pada politik, sementara 62,7 persen merasa aspirasinya belum terwakili dalam kebijakan pemerintah.
Kepala Riset Lembaga Survei KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menyampaikan hasil tersebut dalam diskusi bertajuk Menakar Arah Pemuda di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Menurutnya, ketertarikan generasi muda terhadap politik belum sepenuhnya diikuti keyakinan bahwa suara mereka didengar.
“Jadi sebenarnya ada minat yang cukup tinggi bagi pemuda untuk berpartisipasi dalam politik, tetapi memang persepsi tidak terwakili itu cukup besar juga,” kata Ashma.
Dalam memilih figur pemimpin, latar belakang profesional dan teknokrat menjadi preferensi terbesar dengan persentase 48,4 persen. Sementara itu, 27,7 persen responden memilih figur berlatar belakang mantan politisi dan 10,1 persen menginginkan tokoh dari pemerintahan atau TNI/Polri.
Persoalan ekonomi turut memengaruhi perhatian politik generasi muda, terutama keterbatasan kesempatan kerja yang dipilih 21,6 persen responden. Isu lainnya mencakup kesejahteraan, kenaikan harga kebutuhan, stabilitas ekonomi, pemberantasan korupsi, serta kebebasan sipil.
Besarnya perhatian terhadap isu tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mempertimbangkan figur pemimpin, tetapi juga persoalan kehidupan sehari-hari. Lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi menjadi bagian penting dari harapan mereka terhadap kebijakan pemerintah.
Survei ini juga menjadi perhatian karena generasi Z dan milenial diperkirakan mencakup lebih dari 60 persen pemilih pada Pemilu 2029. Namun, angka tersebut masih merupakan proyeksi dan belum menjadi komposisi resmi daftar pemilih.
Pengumpulan data dilakukan secara daring pada 23–29 September 2026 dengan melibatkan 1.213 responden berusia 17–45 tahun dari 36 provinsi. Data kemudian dibobotkan berdasarkan karakteristik demografis untuk menyesuaikan komposisi sampel.
Temuan KedaiKOPI memperlihatkan pentingnya memperluas ruang partisipasi dan komunikasi politik yang mampu menjangkau generasi muda. Tingginya komitmen memilih menjadi sinyal bahwa keinginan berpartisipasi tetap ada, meskipun persoalan keterwakilan masih menjadi tantangan.
Sumber: Antara News


