Drone Israel Gempur Gaza, Lima Orang Tewas dan 15 Lainnya Terluka
RBN || Gaza
Militer Israel kembali melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak atau drone di wilayah selatan Palestina. Serangan yang terjadi di Rafah dan Khan Yunis tersebut menewaskan lima orang dan menyebabkan 15 lainnya terluka.
Dilansir dari AFP, Kamis (29/10/2026), juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, menyebutkan tiga orang tewas akibat serangan drone Israel di Rafah. Pihak rumah sakit setempat menyatakan telah menerima tiga jenazah dan 15 orang yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Jumlah korban meninggal kemudian bertambah setelah satu orang yang terluka dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Selain itu, Pertahanan Sipil Gaza melaporkan satu orang lainnya tewas dalam serangan di Khan Yunis, yang juga berada di wilayah selatan Palestina.
Dengan demikian, total korban meninggal dalam rangkaian serangan tersebut mencapai lima orang, sementara 15 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Militer Israel Sebut Target Serangan Kelompok Militan
Saat dimintai komentar mengenai serangan tersebut, militer Israel menyatakan bahwa pihaknya telah menyerang kelompok militan Palestina yang berada di wilayah tersebut.
“Kami menyerang para teroris di area tersebut,” kata militer Israel.
Pihak militer Israel juga menyebut akan segera memberikan informasi lebih lanjut mengenai serangan yang dilancarkan. Namun, dalam laporan tersebut, belum disampaikan keterangan tambahan mengenai operasi militer yang dilakukan di Rafah dan Khan Yunis.
Serangan ini kembali terjadi di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata telah dimulai sejak tahun sebelumnya.
Serangan Berlangsung Sehari Setelah Pemilu Israel
Serangan drone di wilayah selatan Palestina tersebut terjadi sehari setelah warga Israel memberikan suara dalam pemilihan umum yang berlangsung sengit. Pemilihan tersebut dilaporkan belum menghasilkan pemenang yang jelas.
Perkembangan politik di Israel itu berlangsung bersamaan dengan kembali terjadinya serangan di Gaza. Meski demikian, laporan tersebut tidak menjelaskan adanya hubungan langsung antara pelaksanaan pemilihan umum dan operasi militer Israel di wilayah Palestina.
Lebih dari 1.500 Orang Tewas Sejak Gencatan Senjata
Sejak gencatan senjata dimulai pada 2025, lebih dari 1.500 orang dilaporkan tewas di Gaza. Angka tersebut berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, yang beroperasi di bawah Hamas. Data kementerian tersebut disebut dianggap akurat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Jumlah korban tersebut menunjukkan bahwa korban jiwa masih terus bertambah setelah gencatan senjata diberlakukan. Serangan terbaru di Rafah dan Khan Yunis kembali menambah jumlah korban dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa tahun tersebut.
Perang di Gaza bermula pada 7 Oktober 2023, setelah Hamas melancarkan serangan ke wilayah Israel bagian selatan yang menewaskan 1.221 orang. Israel kemudian merespons dengan melancarkan kampanye militer besar-besaran di Jalur Gaza.
Serangan militer Israel sejak saat itu telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan menewaskan lebih dari 74.500 orang, berdasarkan angka yang dikutip dalam laporan AFP.
Serangan drone terbaru yang menewaskan lima orang dan melukai 15 lainnya menambah catatan korban dalam konflik tersebut. Sementara itu, militer Israel menyatakan telah menyerang kelompok militan Palestina dan berjanji memberikan informasi lebih lanjut mengenai operasi yang dilakukan.
Sumber: detikNews


