Mantan Asisten Bersaksi, Russell Brand Disebut Memiliki Nafsu Seksual Tinggi

RBN || London

Persidangan kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan komedian asal Inggris, Russell Brand, kembali mengungkap kesaksian baru. Mantan asisten pribadinya, Helen Berger, menyebut Brand memiliki nafsu seksual yang luar biasa dan perilaku buruknya kerap dianggap wajar oleh orang-orang di sekitarnya.

Dilansir dari The Guardian pada 27 Oktober 2026, Berger menyampaikan kesaksian tersebut dalam persidangan di Pengadilan Southwark Crown. Ia bekerja sebagai asisten pribadi Brand pada Juni 2006 hingga Februari 2007, ketika popularitas komedian tersebut sedang berada di puncak. Berger mengaku ritme kerja bersama Brand sangat melelahkan hingga akhirnya memutuskan berhenti karena kelelahan dan merasa muak dengan situasi yang dihadapinya.

Dalam pernyataan kepada polisi pada Mei 2024 yang dibacakan jaksa penuntut Riel Karmy-Jones KC di persidangan, Berger mengatakan bahwa ia pernah bekerja dengan sejumlah selebritas dan menyaksikan perilaku buruk yang dinormalisasi. Namun, menurutnya, situasi yang terjadi saat bekerja dengan Brand berada pada tingkat yang berbeda.

Berger juga mengungkap sejumlah kebiasaan Brand selama masa kerjanya. Ia menyebut Brand kerap hanya mengenakan pakaian dalam atau bertelanjang dada di rumah, termasuk ketika menerima tamu untuk wawancara. Brand juga disebut sering mencari perempuan melalui situs Myspace dan mengundang mereka ke apartemennya di Camden, London utara.

Selain itu, Berger mengaku pernah diminta mencatat nomor telepon perempuan ketika Brand sedang merekam acara MTV. Ia juga menyebut pernah diminta menjaga agar ibu dan pacar Brand tidak memergoki aktivitas seksualnya di ruang ganti, serta mengaku pernah memergoki Brand berhubungan seks di kamar mandi setelah tampil di Festival Edinburgh.

Meski mengungkap berbagai perilaku tersebut, Berger menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melihat Brand melakukan tindakan melanggar hukum secara langsung. Namun, ia menilai Brand kerap memperlakukan perempuan dengan buruk.

Dalam persidangan yang sama, kesaksian lain turut disampaikan oleh manajer seorang perempuan yang mengaku mengalami pelecehan seksual oleh Brand di Channel 4 pada 2009. Saksi tersebut menyebut korban dipaksa oleh rekan kerja Brand untuk memberikan pijatan, sementara orang-orang di sekitarnya menonton dan menertawakan kejadian tersebut.

Saat ini, Brand menghadapi tujuh dakwaan terkait dugaan tindak kekerasan seksual terhadap enam perempuan dalam rentang waktu sekitar 10 tahun sejak 1999. Dakwaan itu terdiri atas tiga tuduhan pemerkosaan, tiga tuduhan pelecehan seksual, dan satu tuduhan pelecehan tidak senonoh. Brand secara konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut. Persidangan masih berlangsung.

Sumber: detikPop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *