Syarikat Islam dan Muhammadiyah Dorong Kolaborasi Ekonomi Kerakyatan

RBN || Surabaya

Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang juga Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI) mendorong penguatan kerja sama SI dan Muhammadiyah dalam dakwah ekonomi. Menurutnya, pemerintah kini membuka peluang lebih luas bagi organisasi Islam untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan Ferry dalam Dialog Kebangsaan pada rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Surabaya, Minggu (18/10). Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Presiden SI Hamdan Zoelva turut menjadi narasumber.

Ferry menyebut kolaborasi organisasi Islam dengan pemerintah dapat memanfaatkan akses ekonomi yang semakin terbuka. “Ini kesempatan hibrida antara pendekatan yang dilakukan secara masif oleh organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan pembukaan akses oleh pemerintah,” katanya.

Ia menawarkan pembentukan hub bersama antara Muhammadiyah dan pengusaha SI untuk memasok kebutuhan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Anak muda juga didorong memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti kecap, sambal, sampo, dan sabun untuk dipasarkan melalui koperasi.

Kerja sama serupa telah dirintis SI dengan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah melalui program koperasi masjid. Dari hampir 12.000 masjid Muhammadiyah, tahap awal program tersebut akan diterapkan di 700 titik.

Ferry juga mengingatkan sejarah koperasi yang berkaitan dengan SI melalui Koperasi Setia Usaha yang didirikan H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya pada 1913.

Sementara itu, Haedar Nashir menekankan pentingnya dakwah yang mengajak dan menyeru, bukan menghakimi atau memusuhi. Ia juga mendorong umat Islam meningkatkan kualitas serta memperkuat ukhuwah melalui kerja sama di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan ekonomi.

Haedar mencontohkan semangat kemandirian ekonomi yang diteladankan KH Ahmad Dahlan melalui gerakan Muhammadiyah. “Dari tafsir Al-Ma’un, KH Ahmad Dahlan membangun gerakan Muhammadiyah yang kini berkembang hingga memiliki 165 perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurut Haedar, semangat kewirausahaan para pendahulu perlu dihidupkan kembali agar umat semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *