Kemendes PDT Dorong Transportasi Listrik Masuk Desa

RBN || Jakarta

Keterbatasan akses transportasi di daerah tertinggal menjadi perhatian Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), terutama dalam menjangkau fasilitas kesehatan dan pendidikan. Pemerintah kini menggagas proyek percontohan kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi yang dapat membantu meningkatkan mobilitas masyarakat perdesaan.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT) Kemendes PDT, Samsul Widodo, mengusulkan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai calon lokasi pelaksanaan program tersebut. Gagasan itu disampaikan dalam Forum Transportasi Perdesaan dan Daerah Tertinggal 2026 yang diikuti secara daring dari Jakarta, Senin (19/10/2026).

“Saya membayangkan bagaimana ya kalau kita buat pilot project, kita susun proposalnya, kita buat pilot project entah itu di Pulau Timur, atau Pulau Flores, atau Pulau Sumba,” kata Samsul.

Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik di perdesaan perlu mempertimbangkan kondisi geografis, infrastruktur, dan kebutuhan masyarakat setempat agar benar-benar memberikan manfaat. Program tersebut diharapkan menjadi solusi transportasi bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju berbagai layanan dasar.

Samsul mengungkapkan bahwa masyarakat di daerah tertinggal rata-rata harus menempuh perjalanan sejauh 24,7 kilometer untuk mencapai puskesmas terdekat. Jarak tersebut jauh lebih panjang dibandingkan wilayah non-tertinggal yang memiliki rata-rata akses menuju fasilitas kesehatan sekitar lima kilometer.

Ketimpangan tersebut menunjukkan pentingnya penyediaan sarana transportasi yang lebih mudah dijangkau, khususnya bagi masyarakat di kawasan terpencil. Selain mendukung pelayanan kesehatan, transportasi perdesaan yang memadai juga diperlukan untuk memperlancar perjalanan menuju sekolah dan pusat kegiatan ekonomi.

Pengembangan kendaraan listrik dinilai memiliki manfaat tambahan karena berpotensi memperluas pasar produk industri otomotif nasional hingga ke wilayah perdesaan. Samsul sebelumnya juga telah menggagas modernisasi transportasi di NTT dengan mempertimbangkan penggunaan kendaraan berbasis listrik.

Melalui proyek percontohan tersebut, Kemendes PDT berharap pengembangan transportasi ramah lingkungan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah tertinggal. Rencana ini masih memerlukan penyusunan proposal dan penyesuaian dengan kebutuhan daerah sebelum dapat diwujudkan sebagai layanan transportasi masyarakat.

Sumber: Antara News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *