IHSG Anjlok 11,57 Persen, Penurunan Terdalam Sejak Krisis 1998
RBN || Jakarta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 11,57 persen atau 678,67 poin ke level 5.185 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026). Penurunan tersebut menjadi salah satu pelemahan harian terdalam dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Berdasarkan riset Kiwoom Sekuritas Indonesia yang dikutip Kompas.com, Minggu (18/10/2026), penurunan IHSG kali ini dipicu kekhawatiran investor terhadap rencana penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan perubahan status Indonesia menjadi Standalone Market.
Sebagai perbandingan, IHSG pernah turun 11,95 persen pada 8 Januari 1998 akibat krisis moneter Asia, tekanan terhadap rupiah, dan kepanikan investor. Sementara itu, pada 8 Oktober 2008, IHSG melemah 10,38 persen akibat krisis keuangan global yang dipicu krisis subprime mortgage di Amerika Serikat.
Sepanjang periode 1997–1998, IHSG turun dari level 740,83 pada Juli 1997 menjadi 256,83 pada September 1998. Pada 2008, indeks juga merosot dari 2.830,26 pada Januari menjadi 1.111,39 pada Oktober. Adapun pada 2020, IHSG turun dari sekitar 6.325 pada Januari menjadi 3.937 pada Maret akibat tekanan pandemi Covid-19.
Kiwoom Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa penurunan terdalam dalam satu hari tidak selalu mencerminkan koreksi kumulatif terbesar. Oleh karena itu, pelemahan IHSG perlu dilihat berdasarkan penyebab, durasi, dan dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan.
Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun penurunan IHSG saat ini tergolong tajam, penyebab dan perkembangan krisis perlu dicermati untuk memahami dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.
Sumber: Kompas.com


