Pria di Jambi Siram Air Keras ke Istri Siri hingga Tewas
RBN || Jambi
Polisi mengungkap kasus penyiraman air keras yang menyebabkan seorang perempuan berinisial SB (56) meninggal dunia di Kota Jambi. Pelaku berinisial KI (46) diduga melakukan aksi tersebut setelah merasa sakit hati karena korban menjauh darinya setelah mengetahui bahwa pelaku telah memiliki istri.
Kanit Reskrim Polsek Jambi Selatan Ipda Dodi Tisna Amijaya mengatakan KI dan SB telah menjalani hubungan selama beberapa tahun dan kemudian menikah secara siri selama sekitar satu tahun. Namun, sekitar dua bulan sebelum kejadian, korban mengetahui bahwa KI telah memiliki istri.
Setelah mengetahui hal tersebut, SB memilih menjauh dan menghentikan komunikasi dengan KI. Kondisi tersebut disebut membuat pelaku merasa sakit hati.
Kapolsek Jambi Selatan AKP Taroni Zebua mengatakan hubungan keduanya telah berlangsung selama sekitar tujuh tahun. Setahun terakhir, keduanya memutuskan untuk menikah secara siri.
“Pelaku dan korban sudah dua bulan tidak berkomunikasi. Hal itu membuat tersangka sakit hati karena masih menyimpan rasa sayang dan ingin berkomunikasi dengan korban,” ujar Taroni.
Menurut polisi, pelaku kemudian merencanakan aksi penyiraman air keras terhadap korban. KI disebut membeli air keras di sebuah bengkel mobil yang berada di kawasan Jalan Baru, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.
Aksi tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 22.45 WIB di Jalan Lingkar Selatan II, RT 20, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan.
Dalam kejadian tersebut, KI menyiramkan air keras kepada SB hingga korban mengalami luka serius, terutama pada bagian wajah dan punggung. Korban kemudian meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.
Polisi menyebut tindakan tersebut dilakukan karena pelaku merasa sakit hati dan menyimpan dendam setelah hubungan keduanya terputus. Kasus tersebut kemudian ditangani oleh kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Penyelidikan polisi juga mengungkap bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya, termasuk dengan membeli cairan yang digunakan untuk menyerang korban sebelum kejadian.
Sumber: Detik News


