Nelayan Mamuju Kesulitan Solar, Harga Pengecer Capai Rp 12.000 per Liter
RBN || Mamuju
Nelayan di Pelabuhan Kasiwa, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami kesulitan mendapatkan solar bersubsidi pada Sabtu (19/9/2026). Kelangkaan tersebut membuat nelayan terpaksa membeli solar dari pengecer dengan harga mencapai Rp 12.000 per liter.
Salah seorang nelayan, Maskur (53), mengatakan pasokan solar di pengecer juga terbatas. Nelayan harus menunggu sekitar dua hingga tiga hari untuk mendapatkan solar. Harga tersebut meningkat dari sebelumnya Rp 10.000 per liter, sedangkan harga solar di SPBU berada di kisaran Rp 6.800 per liter.
Kelangkaan solar membuat biaya operasional nelayan meningkat. Maskur mengatakan dirinya membutuhkan sedikitnya 20 liter solar untuk sekali melaut. Kenaikan harga BBM tersebut akhirnya mengurangi pendapatan yang diperoleh nelayan dari aktivitas melaut.
Kondisi nelayan semakin sulit karena tidak hanya menghadapi persoalan BBM. Krisis air bersih akibat sejumlah sumber air PDAM mengering serta pemadaman listrik bergilir juga berdampak pada aktivitas mereka.
Pemadaman listrik menyebabkan ketersediaan es batu ikut terganggu. Padahal, es batu diperlukan nelayan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan selama berada di laut. Kondisi tersebut semakin menekan perekonomian nelayan di Pelabuhan Kasiwa.
Maskur berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menstabilkan harga serta pasokan solar dan kebutuhan lainnya. Ia berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi sehingga nelayan tetap bisa melaut dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Sumber: Kompas.com


