BGN Beri Perhatian Khusus NTT dalam Pengembangan Dapur MBG untuk Tekan Stunting

RBN || Kupang

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan perhatian khusus terhadap persoalan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah memperluas pengembangan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan kondisi stunting di NTT masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, pengembangan dapur MBG di provinsi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah memperluas pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Hal itu disampaikan Sudaryono saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTT periode 2026–2031 di Graha Cendana, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Rabu (16/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menjelaskan bahwa NTT masih menghadapi prevalensi stunting yang tinggi. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah memberikan perhatian lebih dalam pengembangan fasilitas pendukung program MBG.

“Pengembangan dapur MBG tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat di NTT,” kata Sudaryono.

Menurut Sudaryono, penguatan program pemenuhan gizi diperlukan untuk membantu menjawab persoalan stunting yang masih dihadapi masyarakat NTT. Program MBG diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi.

Perluasan dapur MBG di NTT juga menjadi bagian dari upaya pemerintah agar pelaksanaan program pemenuhan gizi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan gizi.

Dengan perhatian khusus tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG di NTT dapat berjalan semakin luas dan turut mendukung berbagai upaya penanganan stunting di daerah.

Sumber: Berita Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *