KAI Pastikan B50 Tak Ganggu Perjalanan Kereta dan Kenyamanan Penumpang

RBN || Jakarta

Penggunaan bahan bakar nabati B50 oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta sejauh ini tidak berdampak terhadap ketepatan waktu perjalanan kereta api. Bahan bakar yang mengandung campuran 50 persen biodiesel tersebut telah digunakan sejak tahap uji coba pada Mei 2026.

Hingga 10 September 2026, KAI Daop 1 Jakarta telah memanfaatkan sekitar 6,5 juta liter B50 untuk mendukung operasional perkeretaapian. Bahan bakar tersebut digunakan pada 79 perjalanan kereta api serta 49 kereta pembangkit di wilayah Daop 1 Jakarta.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan implementasi B50 menjadi bagian dari upaya KAI mengadopsi bahan bakar terbarukan sekaligus menunjukkan kesiapan teknis armada dalam menjalani proses transisi energi.

Menurutnya, penerapan bahan bakar tersebut dilakukan secara bertahap dan terukur dengan keselamatan serta pelayanan kepada penumpang tetap menjadi prioritas.

“Selama implementasi B50, pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi perhatian utama, kami memastikan proses transisi bahan bakar tidak mengurangi standar keselamatan, keandalan sarana, ketepatan waktu, maupun kenyamanan pelanggan,” ujar Franoto dalam rilis resmi KAI, dikutip Senin (14/9/2026).

KAI juga melakukan evaluasi secara berkala terhadap penggunaan B50. Dari hasil pemantauan tersebut, sejauh ini tidak ditemukan gangguan pada sarana perkeretaapian yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar nabati tersebut.

Meski demikian, KAI tetap memperketat pemeriksaan pada sejumlah komponen mesin lokomotif. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi karakteristik B50 yang berbeda dibandingkan bahan bakar sebelumnya.

Pemeriksaan filter serta pembersihan saluran bahan bakar menjadi bagian dari perawatan rutin yang dilakukan secara berkala. Upaya tersebut ditujukan untuk menjaga performa mesin sekaligus memastikan operasional kereta tetap berjalan optimal.

Franoto menegaskan penggunaan B50 tidak mengubah standar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. KAI memastikan proses transisi menuju penggunaan bahan bakar nabati tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keandalan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan.

Sumber: Berita Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *