Kapolri Dorong Pekerja dan Perusahaan Bangun Hubungan Industrial Berkeadilan
RBN || Bekasi
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya menjadikan pekerja sebagai aset sekaligus mitra perusahaan untuk menciptakan hubungan industrial yang sehat. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bertema Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi di Kabupaten Bekasi, Jumat (11/9/2026).
Menurut Listyo Sigit, keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan pekerja harus berjalan secara seimbang agar iklim usaha tetap terjaga. Ia meminta perusahaan tidak melihat pekerja hanya sebagai tenaga kerja, tetapi sebagai bagian penting yang mendukung pertumbuhan perusahaan.
“Saya titip betul, jadikan rekan-rekan pekerja ini sebagai mitra dan aset perusahaan,” ujar Listyo Sigit.
Ia menjelaskan, perusahaan yang kuat membutuhkan kontribusi pekerja, sementara pemenuhan hak dan kesejahteraan buruh juga bergantung pada keberlangsungan dunia usaha. Karena itu, kepentingan pekerja dan perusahaan perlu ditempatkan dalam satu tujuan bersama.
“Kita harus menjaga agar buruh tetap bisa bekerja, namun perusahaan juga tetap hidup. Karena keseimbangan di antara keduanya ini yang menjadi penting,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengapresiasi perubahan pendekatan dalam penyelesaian persoalan ketenagakerjaan yang lebih mengutamakan dialog dan komunikasi antara pekerja, pengusaha, serta pemerintah.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam hubungan industrial merupakan hal yang wajar. Namun, setiap persoalan perlu diselesaikan dengan sikap bijaksana agar tidak mengganggu stabilitas investasi dan keberlangsungan pekerjaan.
“Pasti tetap ada perbedaan, perbedaan pendapat, perbedaan pandangan, dan itu hal yang biasa dalam satu kehidupan,” tuturnya.
Listyo Sigit berharap seluruh pihak terus membangun komunikasi dan mencari titik temu melalui musyawarah. Dengan kolaborasi antara pekerja dan perusahaan, hubungan industrial yang adil serta iklim investasi yang kondusif dapat terus terwujud.

