Huntara Kampung Bayam Dibongkar Setelah Warga Pindah ke Rusun JIS

RBN || Jakarta

Sebanyak 60 personel gabungan membongkar hunian sementara (Huntara) warga eks Kampung Bayam di Jalan Tongkol, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Pembongkaran dilakukan setelah seluruh warga berpindah dan menempati Rusun Kampung Bayam di kawasan Jakarta International Stadium (JIS).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara Wawan Budi Rohman mengatakan, bangunan Huntara sudah tidak digunakan setelah warga menyelesaikan proses perpindahan. Sebelumnya, kawasan tersebut dimanfaatkan warga untuk tempat tinggal sekaligus kegiatan ekonomi melalui urban farming.

“Setelah semua sudah pindah ke Rusun dan bangunan tidak lagi digunakan, kami rapikan dan bersihkan,” ujar Wawan, Jumat (11/9).

Terdapat sekitar 50 bangunan Huntara yang telah dikosongkan sebelum dilakukan pembongkaran. Proses tersebut dipercepat karena kawasan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan lainnya.

Pembongkaran berlangsung tertib dengan dukungan warga eks Kampung Bayam yang ikut membantu membersihkan area. Material bangunan yang masih memiliki nilai guna, seperti asbes dan batako, dipilah untuk dimanfaatkan kembali.

Lurah Ancol Bijakri Saud Maruli Manik menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari PPSU Kelurahan Ancol, PJLP Rusunawa Tongkol, Suku Dinas Lingkungan Hidup, hingga Satpol PP tingkat kota dan kelurahan.

Untuk mendukung pengangkutan material hasil pembongkaran, dikerahkan dua unit truk Suku Dinas Lingkungan Hidup dan tiga unit truk Satpol PP. Seluruh proses berjalan aman tanpa kendala.

Perwakilan Kelompok Tani Madani Kampung Bayam Toni mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jakarta Utara dalam proses tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan warga terus terjalin setelah masyarakat menempati Rusun Kampung Bayam.

Pembongkaran Huntara menjadi tahap lanjutan setelah perpindahan warga ke hunian tetap yang lebih layak. Pemerintah memastikan kawasan lama dibersihkan dan ditata untuk mendukung pemanfaatan ruang berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *