Lulusan Sekolah Rakyat Disiapkan Kuliah atau Menjadi Pekerja Terampil
RBN || Jakarta
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh menganggur setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas. Pemerintah menyiapkan dua pilihan, yakni melanjutkan kuliah melalui beasiswa atau menjadi pekerja terampil.
Gus Ipul menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Penyampaian Hasil Collective Action-Relaksasi RPL bagi Pejabat Manajerial JPT Madya 2026. Kegiatan daring yang berlangsung Selasa (8/9/2026) tersebut digelar LAN bersama Kemensos dengan tema orkestrasi kebijakan lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan.
Menurut Gus Ipul, proses hilirisasi Sekolah Rakyat harus diawali dengan penyelesaian pendidikan siswa dari jenjang SD hingga SMA. Setelah lulus SMA, siswa dapat menentukan pilihan berdasarkan minat, potensi, dan persyaratan yang dimiliki.
Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, pemerintah menyiapkan dukungan beasiswa. Siswa akan diarahkan mengikuti tes DNA talent untuk membantu menentukan bidang kuliah yang sesuai, kemudian memperoleh dukungan melalui KIP.
Sementara itu, siswa yang memilih bekerja akan diarahkan mengikuti pelatihan keterampilan sesuai minat dan potensinya. Kemensos telah bekerja sama dengan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN untuk memperkuat keterampilan sekaligus membuka peluang kerja bagi lulusan.
Gus Ipul juga mendorong lulusan Sekolah Rakyat memiliki keterampilan yang dapat mendukung peluang bekerja di luar negeri. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari hilirisasi program agar pendidikan menghasilkan kemandirian ekonomi.
Ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ego sektoral harus dihilangkan agar berbagai sumber daya dan kebijakan dapat diarahkan untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Kegiatan tersebut diikuti 28 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dari 15 instansi pemerintah. Collective Action diharapkan menjadi landasan penguatan sinergi dan aksi bersama lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan.

