Budi Arie Bicara Pilpres 2029, Nama KDM Muncul sebagai Figur Teknokrat

RBN || Jakarta

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mulai membuka pembicaraan mengenai kemungkinan konfigurasi politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Dalam pembahasan tersebut, nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM turut disebut sebagai sosok yang dinilai memiliki kemampuan teknokrasi.

Budi Arie menilai, demokrasi Indonesia membutuhkan kombinasi antara kekuatan populisme untuk meraih mandat masyarakat dan kemampuan teknokrasi untuk menjalankan pemerintahan.

Pandangan tersebut muncul ketika Akbar mengaitkan karakter populisme Gibran Rakabuming Raka dengan kemampuan teknokrasi yang disebut melekat pada KDM.

“Populismenya Gibran, teknokrasinya adalah KDM, ketemu ya barangnya?” tanya Akbar, Minggu (6/9/2026).

Menanggapi hal itu, Budi Arie menjelaskan bahwa populisme dan teknokrasi memiliki peran berbeda, tetapi sama-sama dibutuhkan dalam sistem demokrasi.

“Bagaimana populisme itu sebagai sarana untuk dapatkan mandat rakyat dan juga kemampuan dalam mengelola negara dan pemerintah,” kata Budi Arie.

Menurut Budi Arie, dukungan dan mandat dari masyarakat menjadi modal penting dalam politik. Namun, mandat tersebut harus diikuti dengan kemampuan mengelola pemerintahan secara efektif.

Ia kemudian menilai KDM telah memiliki unsur populisme yang dibutuhkan untuk memperoleh dukungan masyarakat.

“Rakyat butuh populisme. Dan itu sudah dapat dari KDM,” ujarnya.

Pernyataan Budi Arie tersebut menambah dinamika pembicaraan mengenai figur dan kemungkinan peta politik menuju Pilpres 2029, meski tahapan kontestasi nasional tersebut masih cukup panjang.

Sumber: Inilah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *