Hujan Abu Vulkanik GAK Melanda Bandar Lampung, Stok Masker Mulai Menipis

RBN || Bandar Lampung

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) memicu kepanikan di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung. Hujan abu vulkanik yang mulai dirasakan warga sejak Sabtu (5/9/2026) malam membuat permintaan masker meningkat tajam.

Warga berbondong-bondong mendatangi toko dan minimarket untuk mencari masker sebagai pelindung dari paparan abu. Tingginya permintaan bahkan membuat sejumlah gerai mulai kehabisan persediaan.

Kondisi tersebut terlihat di sebuah toko grosir masker di Jalan Ratu Dibalau, Kelurahan Tanjung Senang, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Puluhan warga tampak mengantre sejak pagi demi mendapatkan masker.

Sebagian pembeli mengaku harus mendatangi beberapa toko karena masker yang mereka cari sudah tidak tersedia. Keterbatasan stok yang tidak sebanding dengan jumlah pembeli sempat memicu adu argumen antara sejumlah warga dan penjaga toko.

Salah seorang warga Tanjung Senang, Adi, mengatakan dirinya langsung mencari masker setelah merasakan hujan abu vulkanik yang cukup pekat pada malam sebelumnya.

“Debu vulkaniknya parah benar di Bandar Lampung. Jadi wajarlah kalau berbondong-bondong beli masker untuk kesehatan,” kata Adi, Minggu (6/9/2026).

Adi mengaku membeli masker yang tersedia untuk digunakan bersama anggota keluarganya. Menurut dia, abu vulkanik juga terlihat menempel di sekitar rumah.

Paparan abu tersebut turut membuat sejumlah warga mengalami keluhan. Adi menyebut beberapa anggota masyarakat merasakan gatal-gatal dan mata perih setelah abu vulkanik menyelimuti lingkungan sekitar.

Meningkatnya aktivitas warga mencari masker menunjukkan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, terutama terhadap kesehatan pernapasan dan kondisi lingkungan.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *