RBN || Jakarta
Bali akan menjadi ruang diskusi penting dalam Seminar Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Bali Tangguh, Pariwisata Bertumbuh: Komunikasi Empatik dan Humor untuk Resiliensi Pariwisata dan Adat Budaya Bali” pada tanggal 28/07/2026. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat melalui program yang relevan, aplikatif, dan memberi manfaat nyata bagi penguatan pariwisata berbasis budaya.
Seminar ini melibatkan LSPR Institute of Communication and Business, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LSPR, LSPR Bali, serta Majelis Desa Adat Provinsi Bali. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, mahasiswa, masyarakat, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk membahas pentingnya komunikasi yang ramah budaya dalam menghadapi tantangan industri pariwisata Bali.
Bali selama ini dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan adat, agama, seni, budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang hidup dalam keseharian masyarakat. Dalam konteks tersebut, Desa Adat memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai budaya, sosial, agama, lingkungan, sekaligus sebagai salah satu pemangku kepentingan penting dalam perkembangan pariwisata Bali.
Seminar ini menekankan bahwa ketangguhan Bali tidak dapat dilepaskan dari peran Desa Adat dalam menjaga tatanan adat, ritual keagamaan, seni, budaya, serta falsafah Tri Hita Karana. Di tengah perubahan zaman, globalisasi, perkembangan teknologi, dan tantangan pariwisata, komunikasi empatik menjadi semakin penting untuk membangun kepercayaan dan hubungan yang berkelanjutan antara masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.
Selain komunikasi empatik, humor juga diangkat sebagai strategi resiliensi dalam dunia hospitality. Humor dinilai dapat mencairkan suasana, mempererat interaksi, serta membantu mengurangi tekanan, sepanjang digunakan secara bijaksana, sesuai konteks, dan tidak menyinggung nilai budaya maupun agama.
Seminar ini akan menghadirkan dua narasumber, yakni Ida Bagus Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si., Petajuh Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, yang akan membahas peran Desa Adat dalam menjaga kearifan lokal dan membangun Bali yang tangguh. Sesi berikutnya akan disampaikan oleh Novrita Widiyastuti, S.Sos., M.Si., akademisi dan peneliti humor, yang akan mengulas humor sebagai strategi resiliensi dalam komunikasi hospitality Bali.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman bahwa pertumbuhan pariwisata Bali tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan dan keuntungan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga harmoni manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.











