Kebakaran Hutan Landa Prancis Selatan, Ratusan Warga Dievakuasi

  • Share
Foto: Thibaud Moritz/AFP

RBN || Marseille

Kebakaran hutan yang bergerak cepat melanda wilayah selatan Prancis pada Selasa (21/7/2026), memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Hampir 1.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan bersama pesawat pengebom air untuk mengendalikan kobaran api yang terus meluas.

Api melahap kawasan perbukitan berhutan di wilayah Var dan menghanguskan sekitar 1.700 hektare lahan hanya dalam hitungan jam. Sedikitnya 400 warga terpaksa dievakuasi demi keselamatan.

Prefek wilayah antara Marseille dan Nice, Simon Barbre, mengatakan laju api jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

“Api bergerak menuruni Gunung Gros Bessillon dengan kecepatan yang sangat tinggi, sesuatu yang sama sekali tidak kami perkirakan mengingat kondisi iklim dan melemahnya angin,” kata Simon Barbre.

Menurut Barbre, proses evakuasi dilakukan di sejumlah desa, termasuk Cotignac, Montfort-sur-Argens, dan Correns. Sebagian besar warga yang dievakuasi berasal dari Ponteves, lokasi awal munculnya kebakaran, serta desa tetangga Sillans-la-Cascade.

Selain mengancam permukiman, kebakaran juga berdampak pada pasokan listrik. Otoritas setempat melaporkan lebih dari 2.300 rumah mengalami pemadaman listrik hingga Rabu (22/7/2026) dini hari.

Badan meteorologi Prancis, Météo-France, menyebut kondisi cuaca yang sangat kering di wilayah tersebut telah meningkatkan risiko kebakaran hutan ke tingkat ekstrem.

Untuk menghambat laju api, tim udara terus melakukan operasi penyemprotan bahan penahan api di jalur yang diperkirakan akan dilalui kobaran api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Var, Eric Grohin, menegaskan bahwa penanganan kebakaran ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kebakaran ini menjadi prioritas utama seluruh wilayah saat ini,” ujar Eric Grohin.

Ia menambahkan, antara 900 hingga 950 petugas pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api di lapangan.

Dalam operasi tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, empat petugas pemadam dan dua warga Ponteves mengalami gangguan pernapasan ringan akibat menghirup asap.

Sebelum operasi udara dihentikan pada malam hari, tim pemadam telah melakukan lebih dari 100 kali penyiraman air dan bahan penahan api menggunakan delapan pesawat Canadair, empat helikopter pengebom air, dan dua pesawat Dash.

Musim kebakaran hutan di Prancis tahun ini dimulai lebih awal dari biasanya. Gelombang panas dan kekeringan yang terjadi berulang kali menjadi faktor utama meningkatnya jumlah kebakaran di berbagai wilayah negara tersebut.

Beberapa pekan terakhir, petugas pemadam kebakaran di Prancis hampir setiap hari berjibaku menangani titik-titik api baru. Bahkan, kebakaran besar lainnya juga terjadi di wilayah Var pada Minggu hingga Senin, menghanguskan sekitar 200 hektare lahan dan merusak sejumlah rumah di dekat Les Arcs-sur-Argens.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengungkapkan luas lahan yang terbakar sepanjang tahun ini telah mencapai hampir 40 ribu hektare.

“Jauh lebih besar dibandingkan total luas lahan yang terbakar sepanjang tahun lalu,” kata Laurent Nunez.

Meningkatnya frekuensi dan skala kebakaran hutan menjadi tantangan besar bagi Prancis pada 2026, terutama di tengah dampak perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem dan kekeringan berkepanjangan.

Sumber: France24

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *