Tawuran Dua Kelompok Warga di Makassar, Emak-emak Ikut Memprovokasi dan Membela Anak

RBN || Makassar

Tawuran yang melibatkan dua kelompok warga terjadi di Jalan Abubakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Bentrokan antara kelompok Jor-joran dan Loner tersebut melibatkan sejumlah emak-emak yang saling berteriak, menunjuk, dan membela kelompok serta anak masing-masing.

Dilansir dari detikNews, Jumat (16/10/2026), tawuran tersebut dipicu oleh aksi saling mengejek antara kedua kelompok. Situasi kemudian memanas setelah masing-masing pihak tidak terima dengan ejekan yang dilontarkan hingga berujung pada aksi saling serang.

Kapolsek Makassar, Kombes Mustari, mengatakan sejumlah ibu turut memprovokasi dan membela anak-anak mereka saat bentrokan berlangsung. Kehadiran para ibu yang saling menyalahkan membuat suasana di lokasi semakin gaduh dan tegang.

“(Ibu-ibu) turut provokasi, membela anak-anaknya, baku tunjuk bela kelompoknya,” ujar Mustari, sebagaimana dilansir detikSulsel, Jumat (16/10/2026).

Mustari menjelaskan bahwa para ibu dari kedua kelompok saling berteriak dan menunjuk pihak yang dianggap bersalah. Menurutnya, jumlah ibu-ibu yang terlibat dalam keributan bahkan terlihat lebih banyak di lokasi kejadian.

“Tadi itu lebih banyak ibu-ibu. Ibu yang saling berteriak. Datang semua ibu-ibu ‘bilang kau itu salah’ baku tunjuk-tunjuk,” tambahnya.

Ia menuturkan, bentrokan bermula ketika kedua kelompok saling memancing emosi menjelang waktu Magrib. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling serang dengan menggunakan batu, busur, bom molotov, dan petasan.

Dalam kejadian tersebut, lemparan benda-benda tersebut mengenai lahan kosong di sekitar lokasi. Rumput yang panjang dan tumpukan kayu di lahan itu kemudian terbakar. Namun, kebakaran tersebut berhasil diamankan sehingga tidak berkembang lebih jauh.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana perselisihan antarkelompok warga dapat berkembang menjadi kekerasan ketika provokasi dan emosi tidak terkendali. Keterlibatan anggota keluarga dalam membela kelompok masing-masing juga berpotensi memperkeruh situasi dan mempersulit upaya meredakan konflik.

Sumber: detikNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *