Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur di Sumedang, Polisi Ungkap Dugaan Motif Utang Piutang

RBN || Sumedang

Polisi menangkap pria berinisial ADS (30) yang diduga membunuh sopir taksi online bernama Yogi Saparudin, yang jasadnya ditemukan terkubur di kawasan perkebunan teh Cisoka, Sumedang, Jawa Barat. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pembunuhan tersebut diduga dipicu masalah utang piutang senilai Rp 25 juta.

Selain ADS, polisi turut mengamankan tersangka lain berinisial MIN (17). Karena masih di bawah umur, MIN kini ditempatkan di rumah aman Polres Sumedang.

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Usep Sudirman mengatakan, dugaan sementara menunjukkan bahwa pelaku memiliki persoalan utang dengan korban. Yogi disebut telah menagih utang tersebut selama bertahun-tahun, tetapi belum mendapat pembayaran.

“Dari keterangan tersangka, tersangka utama ini ADS bahwa motifnya adalah yaitu utang-piutang, itu sementara. Sementara motif yang bisa kita gali utang-piutang, jadi itu katanya korban yaitu saudara Yogi kemudian ditagih sekian tahun tapi tidak bayar,” kata Usep, dikutip dari detikJabar, Selasa (13/10/2026).

Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya motif lain di balik pembunuhan tersebut. Pemeriksaan terhadap kedua tersangka masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

“Tidak menutup kemungkinan nanti berkembang ke motif-motif lain, saat ini kedua tersangka masih kita lakukan pendalaman mungkin masih ada kemungkinan pembunuhan ini di latar belakangi oleh motif lain,” ujarnya.

Usep menjelaskan, ADS diduga menjadi pelaku utama karena memiliki kepentingan langsung dengan korban terkait penagihan utang. ADS juga diduga mengajak MIN untuk terlibat dalam aksi tersebut.

“Ya betul tersangka utamanya itu ADS karena dia ini kan yang berkepentingan kepada korban karena menagih utang terus mengajak tersangka MIN juga buat ikut. Nah tersangka MIN ini diiming-imingi katanya kalau mobil udah kejual dibagi dua lah begitu,” ungkap Usep.

Polisi menyebut ADS telah merencanakan pembunuhan tersebut, termasuk mempersiapkan benda yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh peran tersangka dan motif dalam perkara ini.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *