RBN || Jakarta
Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Jelantik, pada Minggu (26/7/2026) mengaku sedih melihat putri dari KD, pria yang tewas diduga dikeroyok massa usai dipergoki mencuri ayam di Tabanan, Bali, menangis histeris saat jenazah ayahnya tiba di rumah duka di Banjar Dinas Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti.
Ni Luh mengecam keras aksi pengeroyokan yang merenggut nyawa korban. Menurutnya, terlepas dari dugaan pencurian ayam yang dilakukan korban, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan main hakim sendiri hingga menyebabkan seseorang kehilangan nyawa.
Ia juga menyoroti kondisi istri dan anak-anak korban yang harus kehilangan sosok suami dan ayah. Menurutnya, keluarga korban kini harus menjalani hidup dengan trauma mendalam akibat peristiwa tersebut.
Ni Luh mendukung penuh kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan itu dan meminta seluruh pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga mengapresiasi adanya penggalangan dana untuk membantu keluarga korban serta menyatakan siap memberikan bantuan guna meringankan beban istri dan anak-anak yang ditinggalkan.
Sementara itu, dikutip dari detikBali pada Minggu (26/7/2026), Perbekel Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, mengungkapkan bahwa KD meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Anak sulungnya telah menikah, anak kedua masih duduk di kelas 1 SMA, sedangkan anak bungsunya masih duduk di kelas 1 SD. Sutama mengaku sedih melihat anak bungsu korban menangis tersedu-sedu saat jenazah ayahnya tiba di rumah.
Menurut Sutama, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. Meski demikian, ia tetap menyayangkan aksi main hakim sendiri dan menegaskan bahwa dugaan tindak pidana seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang.
Sumber: Detik News











