Mobile Batching Plant Percepat Pembangunan Jalan Desa Jawa Barat
RBN || Bandung
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 18 unit self loading concrete mixer atau mobile batching plant untuk mendukung pembangunan jalan desa di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Kendaraan tersebut memungkinkan beton diproduksi langsung di lokasi proyek sehingga pekerjaan tidak lagi bergantung pada jarak dari pabrik beton.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Agung Wahyudi menjelaskan, mobile batching plant menggabungkan fungsi memuat, menimbang, mengaduk, hingga mengangkut material beton dalam satu kendaraan. Sistem tersebut memungkinkan produksi beton segar dilakukan secara otomatis dan mandiri sesuai kebutuhan proyek.
Dibandingkan metode manual maupun truk mixer konvensional, alat ini menawarkan efisiensi tenaga karena dapat dioperasikan satu orang. Mobilitasnya juga tinggi sehingga mampu menjangkau medan sulit, jalan sempit, dan lokasi yang tidak dapat dilalui truk molen berukuran besar.
Material berupa pasir, kerikil, dan semen dapat diambil langsung menggunakan sekop bagian depan, kemudian ditimbang dengan sensor digital untuk memastikan komposisinya sesuai formula. Seluruh bahan selanjutnya dicampur dengan air dalam drum hingga menghasilkan beton homogen.
Agung mengatakan proses pengadukan bahkan dapat dilakukan ketika kendaraan bergerak menuju lokasi pengecoran. Cara tersebut dinilai mampu mengurangi waktu tunggu dibandingkan pengiriman beton dari batching plant eksternal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut penggunaan armada tersebut merupakan bagian dari percepatan penyediaan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, pengadaan fasilitas itu menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari pajak sebagai bentuk pengembalian manfaat kepada masyarakat.
Armada mobile batching plant telah digunakan untuk pembangunan jalan di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung; Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur; serta Desa Dukuh, Kabupaten Bandung.


