KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di BNPB

RBN || Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kasus tersebut berkaitan dengan penggunaan dana siap pakai (DSP) untuk penanganan bencana.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyelidikan itu menjadi bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di kantor BNPB pada Selasa (13/10/2026).

“Kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB,” ujar Budi kepada wartawan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).

Budi menjelaskan, pengadaan tersebut di antaranya menggunakan dana siap pakai untuk keperluan kebencanaan. Namun, KPK belum mengungkapkan secara terperinci jenis pengadaan maupun bencana yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Menurut Budi, penjelasan lebih lengkap akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada Jumat mendatang.

Dalam OTT tersebut, tim KPK turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia emas. Berdasarkan penghitungan awal, uang tunai yang diamankan mencapai sekitar Rp 1,4 miliar.

“Untuk logam mulia, beberapa dalam bentuk emas batangan, beberapa dalam bentuk tabungan emas. Untuk jumlahnya masih proses hitung,” jelas Budi.

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya sejumlah pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan terkait perkara yang sedang diselidiki.

KPK belum mengumumkan identitas seluruh pihak yang diamankan maupun status hukum mereka. Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring OTT.

Hingga Selasa malam, penyelidikan masih berlangsung dan KPK belum memerinci lebih lanjut dugaan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa yang menggunakan dana siap pakai kebencanaan tersebut.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *