KMP Batumandi Terbakar di Alur Merak, Seluruh Penumpang dan Awak Selamat
RBN || Cilegon
Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi mengalami kebakaran saat berada di alur masuk penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10) sore. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak itu berhasil dievakuasi dengan seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan meminta penanganan dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan. “Kami atas nama pemerintah menyampaikan rasa prihatin terhadap kejadian ini. Alhamdulillah seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat,” ujar Dudy di Pelabuhan Merak.
Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah kapal, antara lain TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, dan KMP SMS Mulawarman. Unsur Bea Cukai BC 9006 serta petugas gabungan dari pelabuhan, Basarnas, kepolisian, dan instansi terkait juga dikerahkan dalam proses tersebut.
Berdasarkan informasi awal Vessel Traffic Service (VTS) Merak, KMP Batumandi bertolak dari Bakauheni pukul 14.32 WIB dan insiden dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB. Kementerian Perhubungan kemudian mengoordinasikan bantuan kapal tunda, kapal penyeberangan, serta unsur pendukung untuk pemadaman dan evakuasi.
Dudy mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kepolisian. Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi diterbitkan.
“Kita serahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang. Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kejadian secara objektif dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan,” tegasnya.
Menhub juga mengapresiasi kesigapan petugas dan seluruh unsur yang terlibat sehingga evakuasi dapat berlangsung aman. Pemerintah akan mengevaluasi aspek keselamatan pelayaran untuk mencegah kejadian serupa, termasuk memastikan kesiapan kapal, awak, dan penerapan prosedur keselamatan secara konsisten.


