Kemkomdigi Perluas Fixed Broadband untuk Internet Lebih Terjangkau
RBN || Jakarta
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengkaji perluasan jaringan internet tetap atau fixed broadband untuk meningkatkan keterjangkauan layanan internet masyarakat. Penguatan jaringan ini terutama diarahkan ke wilayah padat penduduk yang masih menghadapi biaya konektivitas relatif tinggi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan penetrasi fixed broadband saat ini baru sekitar 22 persen dari total konektivitas. Pemerintah menargetkan penetrasinya meningkat hingga sekitar 50 persen agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan internet dengan harga terjangkau.
Nezar mengatakan perluasan fixed broadband juga ditujukan untuk menekan biaya berlangganan internet yang saat ini masih relatif mahal. Pemerintah menargetkan layanan berkecepatan 100 Mbps dapat diperoleh dengan biaya sekitar Rp100 ribu.
Menurutnya, biaya internet rumah tangga saat ini masih berada di kisaran Rp300 ribu per bulan, sementara dengan pendapatan per kapita Indonesia yang mendekati 5.000 dolar AS, kisaran idealnya sekitar Rp200 ribu. Karena itu, penguatan infrastruktur diperlukan untuk menekan biaya layanan sekaligus meningkatkan akses masyarakat.
Selain persoalan harga, Kemkomdigi juga mengejar pemerataan konektivitas ke wilayah yang belum terlayani secara optimal. Meski cakupan 4G telah mencapai 97 persen wilayah berpenghuni, sejumlah kawasan dengan populasi kecil masih menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.
Pemerintah memasukkan kewajiban pembangunan jaringan di wilayah tertinggal dalam kebijakan lelang spektrum frekuensi. Operator pemenang spektrum diharapkan turut memperluas koneksi 4G dan 5G ke daerah yang membutuhkan.
Di sisi lain, pengembangan 5G terus didorong karena penetrasinya baru sekitar 8,5 persen. Kemkomdigi berharap penguatan jaringan tetap dan seluler dapat berjalan beriringan sehingga pemerataan tidak hanya mencakup wilayah layanan, tetapi juga kualitas dan keterjangkauan internet bagi masyarakat.


