DPRD DKI Dorong Optimalisasi Lahan Pemakaman di Tengah Keterbatasan Petak Makam

RBN || Jakarta

DPRD DKI Jakarta mendorong Pemprov DKI mengoptimalkan lahan pemakaman yang tersedia di tengah semakin terbatasnya petak makam di ibu kota. Langkah tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan Perubahan APBD 2026 karena belum terdapat anggaran untuk pengadaan lahan makam baru.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan anggaran yang tersedia saat ini diarahkan untuk pemeliharaan dan optimalisasi layanan pemakaman. Pengadaan lahan baru dinilai membutuhkan kajian, penetapan lokasi, serta proses yang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

“Untuk pembelian lahan baru belum ada. Karena untuk lahan itu memang agak sulit. Waktunya juga mepet, harus dikaji ulang, ada penlok dan sebagainya,” ujar Yuke, Rabu (23/9).

Sambil menunggu pengadaan lahan, DPRD mendorong pemenuhan kebutuhan dasar warga dalam layanan pemakaman. Di antaranya penyediaan kain kafan, peti jenazah, dan nisan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pemeliharaan kendaraan jenazah juga menjadi perhatian agar armada yang tersedia dapat digunakan secara optimal. Layanan tersebut terutama diarahkan untuk pengantaran jenazah ke wilayah yang masih dapat dijangkau dari Jakarta.

Untuk pengadaan lahan pada tahun anggaran berikutnya, DPRD mengusulkan prioritas diberikan pada lahan yang berbatasan langsung dengan kompleks pemakaman yang sudah ada. Pola tersebut dinilai dapat mendukung perluasan area pemakaman yang telah tersedia.

“Yang diprioritaskan yang existing, yang menempel dengan yang existing. Itu untuk pelebaran,” kata Yuke.

Lahan di kawasan pinggiran Jakarta juga dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan harga tanah dan kemampuan fiskal daerah. Jika kebutuhan mengharuskan pengadaan di luar Jakarta, pembahasannya perlu dilakukan bersama pemerintah daerah di kawasan aglomerasi atau daerah penyangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *