Anak-anak di Iran Kembali Bersekolah Usai Ditutup Akibat Serangan AS
RBN || Teheran
Anak-anak di Iran kembali mengikuti kegiatan belajar-mengajar setelah sekolah sempat ditutup selama berbulan-bulan akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Pembukaan kembali sekolah ditandai dengan dimulainya tahun ajaran baru dan kembalinya sekitar 16,5 juta anak ke ruang kelas.
Dilansir AFP, Rabu (23/9/2026), para orang tua terlihat mengantar anak-anak mereka menuju sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru. Di sebuah sekolah dasar khusus putri di wilayah barat Teheran, para siswi tiba dengan mengenakan seragam dan jilbab.
Sekolah-sekolah di Iran sebelumnya menghentikan kegiatan belajar-mengajar setelah perang pecah pada 28 Februari. Keputusan tersebut diambil setelah konflik menyebabkan sejumlah serangan, termasuk serangan terhadap sebuah sekolah di Kota Minab, wilayah selatan Iran.
Serangan di Minab tersebut menewaskan 120 anak. Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa sebuah sekolah juga menjadi lokasi serangan yang menewaskan sekitar 150 orang.
Pada Rabu (23/9), Wakil Presiden Iran Bidang Sains dan Teknologi, Hossein Afshin, membunyikan bel di sebuah sekolah dasar di Minab sebagai tanda dimulainya semester baru. Tradisi tersebut biasanya dilakukan oleh Presiden Iran dan menjadi bagian dari perayaan kembalinya para siswa ke sekolah.
Upacara pembukaan tahun ajaran baru turut dihadiri Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Kegiatan tersebut digelar dua hari lebih awal karena Pezeshkian dijadwalkan bertolak ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sumber: Detik News


