Prabowo Minta Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas, dan Museum Nasional Dipercepat
RBN || Jakarta
Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan revitalisasi Stasiun Gambir, kawasan Monumen Nasional (Monas), hingga Museum Nasional. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana pengembangan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik, baik di Jakarta maupun di Bali. Salah satu perhatian Presiden adalah revitalisasi kawasan Monas dan pengembangan layanan kereta api di Bali.
“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden memberikan sejumlah arahan terkait revitalisasi kawasan Monas dan pembangunan layanan kereta api di Bali,” ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Teddy menjelaskan, Prabowo menginginkan revitalisasi Stasiun Gambir segera dilaksanakan. Stasiun yang telah berdiri sejak era 1970-an tersebut diketahui belum pernah menjalani renovasi. Ke depan, Gambir diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi kereta api, tetapi juga menjadi kawasan wisata dan rekreasi keluarga.
“Revitalisasi Stasiun Gambir yang sejak 1970an belum pernah direnovasi. Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota,” jelas Teddy.
Selain Stasiun Gambir, revitalisasi juga diarahkan pada kawasan Monas agar semakin nyaman dan indah. Penataan tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai sejarah serta fungsi edukasi bagi masyarakat yang berkunjung.
Prabowo juga menginginkan percepatan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum. Museum berskala besar tersebut diharapkan menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, sekaligus ruang rekreasi, terutama bagi pelajar dan generasi muda.
“Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” ungkap Teddy.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan fasilitas publik di Jakarta, Prabowo turut memberikan arahan terkait pembangunan layanan kereta api di Provinsi Bali. Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu serta kawasan di wilayah utara Bali.
“Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara,” tutur Teddy.
Rencana pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik, memperkuat konektivitas transportasi, serta mengembangkan kawasan bersejarah dan pariwisata. Pemerintah berharap berbagai proyek tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional.
Sumber: detikNews


