Bahlil Minta Ekspor SDA Indonesia Langsung ke Negara Tujuan
RBN || Jakarta
Pemerintah mendorong perubahan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) agar komoditas Indonesia dikirim langsung ke negara pembeli. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, pengiriman tidak perlu lagi melalui negara perantara yang berpotensi membuat asal komoditas menjadi tidak jelas.
Arahan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Mineral dan Batubara Convention-Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11). Ia meminta jajaran terkait memastikan komoditas seperti LNG dan hasil tambang dapat dikirim langsung ke negara tujuan akhir.
Menurut Bahlil, kebijakan tersebut berkaitan dengan kedaulatan dan tata kelola perdagangan SDA Indonesia. Ia juga mengingatkan agar pemanfaatan SDA dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan keberlanjutan cadangan bagi generasi mendatang.
Selain jalur ekspor, Bahlil menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan produksi dan permintaan global. Produksi komoditas seperti batu bara dan nikel yang tidak terkendali dinilai dapat menekan harga pasar dan berdampak terhadap pendapatan negara serta keuntungan perusahaan.
“Pengelolaan sektor pertambangan harus dilakukan secara bijaksana demi menjamin kelangsungan hidup serta ketersediaan cadangan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Minerba Convex 2026 berlangsung pada 2–3 November dengan tema “Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat”. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, asosiasi, dan masyarakat untuk membahas perkembangan sektor mineral dan batu bara.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno mengatakan forum tersebut juga membuka peluang business matching, forum bisnis, dialog eksekutif, hingga konsultasi penyusunan RKAB. Kegiatan turut menghadirkan Experience Zone dan Kids’ Mining Adventure untuk memperkenalkan sektor pertambangan kepada masyarakat, terutama generasi muda.


