Malam Sastra 2026 Jadi Ruang Belajar Generasi Muda Hindu
RBN || Jakarta
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAH Dharma Nusantara Jakarta menggelar kegiatan Malam Sastra 2026 bertema “Dari Pura ke Pixel: Sraddha dan Bhakti Era Media Sosial” pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu dini hari ini diikuti sekitar 70 peserta, terdiri atas mahasiswa STAH Dharma Nusantara Jakarta dan generasi muda Hindu dari luar kampus.
Malam Sastra menjadi wadah bagi generasi muda Hindu untuk memperluas wawasan, bertukar pikiran, serta memahami pemanfaatan media sosial secara bijak di tengah perkembangan teknologi digital. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta dan Made Sumadi Arta selaku Sekretaris SDHD Jakarta Timur.
Diskusi menghadirkan tiga narasumber dari organisasi dan lingkungan pendidikan Hindu, yakni Teddy Chrisprimananta Putra, S.T., M.Sos., selaku Sekretaris Jenderal ICHI; I Dewa Gede Darma Permana, S.Pd., M.Pd., Dosen STAH Dharma Nusantara Jakarta sekaligus Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan PP KMHDI; serta Ricky Satriawan, S.I.P., selaku Sekretaris Jenderal DPN Peradah.
Dalam sambutannya, Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sekretaris SDHD Jakarta Timur serta para narasumber yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendukung kegiatan tersebut di tengah kesibukan masing-masing.
“Saya ucapkan terima kasih karena Bapak telah hadir di tengah kesibukan Bapak,” ungkapnya.
Melihat para narasumber yang masih berusia muda, Ketua STAH juga mengenang kembali perjuangannya sekitar 17–19 tahun lalu ketika mulai berproses di Ibu Kota Jakarta. Ia berharap para narasumber dapat memberikan wawasan dan pemahaman kepada mahasiswa agar mampu memanfaatkan media sosial secara bijak, kreatif, dan produktif, bukan sekadar mengikuti tren seperti membuat konten TikTok.
Sementara itu, Made Sumadi Arta selaku Sekretaris SDHD Jakarta Timur mengapresiasi keterlibatan BEM STAH DNJ sebagai pelaksana Malam Sastra yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pujawali Pura Aditya Jaya. Ia juga berharap kegiatan serupa pada masa mendatang dapat melibatkan lebih banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sehingga menjadi ruang pertemuan dan mempererat hubungan antarmahasiswa Hindu lintas kampus.
“Seharusnya ada mahasiswa di luar STAH yang mengikuti Malam Sastra,” ungkapnya.
Dalam sesi pemaparan materi dan diskusi, ketiga narasumber membahas berbagai hal, mulai dari pentingnya mengenali dan mengembangkan minat serta bakat, membangun kemampuan multitalenta, hingga memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk belajar dan berkarya. Peserta juga diajak memahami pentingnya literasi digital, mengantisipasi konten negatif, menjaga privasi, serta menyaring informasi sebelum membagikannya.
Salah satu peserta, Oka, mengaku mendapatkan pengalaman baru karena baru pertama kali mengikuti kegiatan Malam Sastra. Meski harus mengikuti kegiatan hingga larut malam setelah sebelumnya beraktivitas di pura sejak pagi, ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan dari pemaparan materi dan diskusi.
“Baru pertama saya mengikuti Malam Sastra, yang jelas kaget karena ini benar-benar begadang dan sedikit lelah juga, karena dari pagi kami sudah ada kegiatan di pura. Untuk materi juga banyak sekali yang saya dapat, terutama diskusi yang sangat keren dan narasumber yang keren,” ungkap Oka selaku peserta Malam Sastra.
Melalui kegiatan ini, BEM STAH Dharma Nusantara Jakarta berharap Malam Sastra dapat terus menjadi ruang belajar, diskusi, dan mempererat persaudaraan generasi muda Hindu lintas organisasi maupun perguruan tinggi. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang kreatif, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan media sosial tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai Sraddha dan Bhakti.
Reportase: Putu Maya


