Ledakan di Lapak Barang Bekas Belitung, Satu Orang Alami Luka Berat

RBN || Belitung

Ledakan terjadi di sebuah tempat penampungan besi tua di Jalan Padat Karya, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan seorang pengepul besi tua mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kepolisian bersama Unit Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung dikerahkan untuk mengamankan serta menyelidiki penyebab ledakan.

Kapolres Belitung AKBP Satria Darma mengatakan pihaknya menggandeng Unit Jibom Batalyon B Satuan Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk membantu proses penyelidikan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan sumber ledakan dan mengantisipasi kemungkinan adanya benda lain yang masih berpotensi membahayakan di sekitar lokasi kejadian.

“Kami menggandeng Unit Jinak Bom (Jibom) Batalyon B Satuan Brimob Polda Babel guna menyelidiki penyebab peristiwa ledakan yang mengakibatkan satu orang mengalami luka berat,” kata Satria saat meninjau lokasi, sebagaimana dilansir Antara pada Senin (26/10/2026).

Setelah menerima laporan kejadian, personel Polres Belitung segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Korban diketahui bekerja sebagai pengumpul barang bekas atau besi tua. Setelah proses evakuasi selesai, petugas memasang garis polisi untuk membatasi akses ke lokasi dan menjaga keamanan selama penyelidikan berlangsung.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan personel Unit Jibom Batalyon B Satbrimob Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan sterilisasi area. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak terdapat benda mencurigakan lain yang dapat memicu ledakan susulan dan membahayakan petugas maupun masyarakat sekitar.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, ledakan diduga berkaitan dengan salah satu benda berbahan logam yang dikumpulkan korban. Benda tersebut diperkirakan meledak ketika proses penimbangan atau pemotongan besi tua sedang berlangsung. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh oleh petugas.

“Kemungkinan ada dugaan benda besi tua yang dikumpulkan korban mengalami ledakan saat penimbangan atau pemotongan. Namun kepastiannya masih menunggu olah TKP menyeluruh dari Unit Jibom,” ujar Satria.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa hasil pemeriksaan resmi diperlukan untuk mengetahui jenis benda yang meledak, sumber ledakan, serta rangkaian kejadian sebelum insiden terjadi. Hingga pemeriksaan selesai, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai penyebab peristiwa tersebut dan menghindari area yang masih dalam proses pengamanan.

Selain melakukan sterilisasi, petugas juga menyisir kawasan sekitar tempat penampungan besi tua untuk memastikan tidak ada benda lain yang berpotensi meledak. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan adanya secondary device, yakni benda lain yang dapat menimbulkan ledakan susulan setelah ledakan pertama.

Kapolres Belitung menekankan bahwa keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kasus tersebut. Ia mengingatkan agar tidak ada warga yang mendekati atau memindahkan benda mencurigakan yang ditemukan di lokasi kejadian maupun di tempat penampungan barang bekas lainnya.

Masyarakat yang menemukan benda menyerupai bahan peledak atau amunisi sisa perang diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwajib. Benda tersebut sebaiknya tidak disentuh, dipindahkan, dibongkar, ataupun dipotong karena berpotensi membahayakan keselamatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha penampungan besi tua dan pengumpul barang bekas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap material yang diterima. Benda logam yang berasal dari sumber tidak diketahui perlu ditangani secara hati-hati, terutama apabila bentuk atau karakteristiknya mencurigakan. Pemeriksaan dan penanganan oleh petugas berwenang diperlukan apabila ditemukan benda yang diduga mengandung bahan peledak atau amunisi.

Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Unit Jibom untuk memastikan penyebab ledakan di Desa Air Merbau tersebut. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap sumber ledakan sekaligus menjadi dasar penanganan dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Sumber: detikNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *