Jepang Usulkan KTT Energi Bersih Bersama Filipina di Tengah Krisis Timur Tengah

RBN || Tokyo

Ketidakstabilan di Timur Tengah mendorong Jepang memperkuat kerja sama energi dengan negara-negara Asia untuk menghadapi risiko gangguan pasokan energi. Pemerintah Jepang mengusulkan penyelenggaraan bersama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Komunitas Emisi Nol Asia atau Asia Zero Emission Community (AZEC) dengan Filipina.

Usulan tersebut disampaikan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. melalui percakapan telepon selama 20 menit, Selasa (20/10/2026). Pembicaraan kedua pemimpin berfokus pada penguatan ketahanan ekonomi, keamanan energi, dan kerja sama regional di tengah ketidakpastian global.

Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Takaichi menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mempercepat pengembangan sumber energi bersih. Kerja sama tersebut dinilai semakin diperlukan ketika ketegangan geopolitik berpotensi memengaruhi rantai pasok dan perekonomian kawasan.

Jepang juga menyatakan kesiapan bekerja sama dengan Filipina yang memegang keketuaan ASEAN pada 2026 untuk mempersiapkan rangkaian pertemuan puncak November mendatang. Presiden Marcos menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan kesediaan Manila memperkuat koordinasi dengan Tokyo.

Inisiatif AZEC yang diluncurkan Jepang pada 2023 merupakan kerangka kerja regional untuk mempercepat pengurangan emisi karbon tanpa mengabaikan kebutuhan energi dan pertumbuhan ekonomi. Forum tersebut melibatkan Jepang, Australia, serta sembilan negara Asia Tenggara dalam mendorong investasi energi bersih dan pengembangan teknologi rendah karbon.

Melalui AZEC, negara-negara peserta berupaya membangun jalur transisi energi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing negara. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pencapaian target emisi nol bersih.

Rencana penyelenggaraan bersama KTT AZEC menjadi bagian dari penguatan hubungan Jepang dan Filipina dalam menghadapi tantangan energi global. Kolaborasi tersebut juga membuka peluang perluasan investasi dan pertukaran teknologi untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Asia.

Sumber: Antara News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *