Survei Poltracking Ungkap Bansos dan MBG Jadi Penopang Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

RBN || Jakarta

Program bantuan sosial (bansos) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi dua alasan utama kepuasan responden terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan sebanyak 55,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menjelaskan bahwa bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran menjadi alasan kepuasan paling banyak disebut responden. Program MBG menyusul sebagai faktor lain yang turut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap pemerintah.

“Dua alasan puas paling dominan karena bantuan pemerintah tepat sasaran dengan 16,5 persen dan program MBG dengan 15 persen,” kata Hanta dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Temuan tersebut merupakan bagian dari survei nasional Poltracking Indonesia yang dilaksanakan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Sebanyak 55,3 persen publik mengatakan puas, yakni gabungan sangat puas dan cukup puas, terhadap kinerja pemerintah,” katanya.

Selain kepuasan, survei tersebut juga mengukur tingkat kepercayaan responden terhadap pemerintahan yang telah berjalan hampir dua tahun. Hasilnya menunjukkan 64,8 persen responden menyatakan percaya kepada pemerintah, lebih tinggi dibandingkan persentase kepuasan terhadap kinerjanya.

“Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kepuasan publik. Artinya, keyakinan masyarakat terhadap pemerintah masih lebih tinggi,” ujarnya.

Meski sebagian besar responden menyatakan puas, survei yang sama mencatat 40,9 persen responden mengaku tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Sementara itu, sebanyak 3,8 persen responden tidak mengetahui atau tidak memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Survei Poltracking melibatkan 1.220 responden dari berbagai wilayah Indonesia dengan komposisi seimbang antara laki-laki dan perempuan, masing-masing sebesar 50 persen. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil penelitian tersebut memberikan gambaran mengenai penilaian masyarakat terhadap program pemerintah sekaligus menunjukkan masih adanya responden yang belum puas. Temuan ini menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat hubungan antara pelaksanaan program, kepuasan, dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sumber: Antara News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *