Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pemprov Tingkatkan Kesiagaan Fasilitas Kesehatan
RBN || Jakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan menyusul memburuknya kualitas udara dalam beberapa hari terakhir. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Kesehatan, khususnya rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu, meningkatkan kesiagaan menghadapi dampak gangguan pernapasan.
“Memang sekarang ini dalam 2-3 hari ini kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk. Maka untuk itu, saya sudah memerintahkan kepada jajaran Dinkes, terutama rumah sakit dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri,” ujar Pramono di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10).
Jakarta memiliki 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu yang tersebar di berbagai wilayah. Seluruh fasilitas kesehatan tersebut diminta memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang terdampak kondisi udara.
Pramono mengatakan Jakarta juga memiliki ratusan alat pemantau emisi yang dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara. Menurutnya, data pemantauan yang tersedia dapat menjadi penguat informasi mengenai kondisi udara Jakarta yang sedang memburuk.
“Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG saja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk,” tandasnya.


