BMKG Prediksi El Niño Bertahan hingga Awal 2027

RBN || Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat dan diperkirakan bertahan hingga awal 2027. Kondisi ini menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachry Radjab, mengungkapkan bahwa fenomena El Niño masih aktif dengan indeks anomali suhu yang disebutnya mencapai positif 3,7.

“Seperti telah kami sampaikan di awal tahun 2026, yaitu di bulan Maret bahwa musim kemarau kita tahun ini akan berbarengan dengan aktifnya fenomena El Nino dan sampai saat ini El Nino masih aktif, sehingga indeks anomali suhunya itu positif 3.7, artinya ini sangat kuat. El Nino yang sangat kuat,” kata Fachry di Gedung Kemenko Polkam, Rabu (14/10/2026).

Menurut Fachry, kondisi di Samudra Pasifik juga menunjukkan bahwa El Niño telah memasuki kategori sangat kuat. Fenomena ini perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kondisi iklim dan meningkatkan tantangan dalam penanganan karhutla, terutama ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

BMKG memperkirakan El Niño masih akan berlangsung hingga awal 2027. Dengan kondisi tersebut, pemantauan perkembangan iklim dan langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi hal penting.

Meski demikian, Fachry menegaskan bahwa El Niño dan musim merupakan dua fenomena yang berbeda, meskipun keduanya saling memengaruhi.

Karena itu, perkembangan El Niño tidak dapat disamakan secara langsung dengan kondisi musim di seluruh wilayah Indonesia. Pemantauan kondisi iklim tetap diperlukan untuk memahami dampaknya terhadap masing-masing daerah.

Informasi terbaru dari BMKG ini menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dan pihak terkait dalam menyusun langkah antisipasi karhutla, terutama menghadapi potensi kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *