Bandara Riyadh Ditutup hingga 15 Oktober, Kedubes AS Batasi Perjalanan Udara Pegawai
RBN || Jakarta
Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi mengeluarkan imbauan keamanan bagi warga negaranya menyusul serangkaian serangan kelompok Houthi di sejumlah bandara di Arab Saudi. Sementara itu, operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh ditangguhkan hingga 15 Oktober 2026 untuk pemeriksaan keselamatan fasilitas.
Dalam pernyataan yang dilansir AFP pada Selasa (13/10/2026), Kedubes AS menyebutkan bahwa pegawai pemerintah AS yang bertugas di Arab Saudi wajib memperoleh izin khusus sebelum menggunakan transportasi udara di negara tersebut.
“Pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi memerlukan izin khusus untuk menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi,” demikian pernyataan Kedubes AS di Arab Saudi.
Imbauan tersebut juga ditujukan kepada warga negara AS. Kedubes meminta mereka berhati-hati dan mempertimbangkan keamanan sebelum memilih menggunakan bandara di Arab Saudi. Izin perjalanan udara bagi pegawai pemerintah AS hanya dapat dikeluarkan oleh bagian kedutaan yang berwenang.
Otoritas Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi. Bandara tersebut dijadwalkan ditutup hingga 15 Oktober 2026.
Dilansir AFP, serangan di bandara tersebut dalam beberapa hari terakhir dilaporkan menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk 13 korban jiwa pada Sabtu (11/10/2026).
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan perpanjangan penangguhan operasional diperlukan untuk memastikan keamanan fasilitas dan kesiapan operasional bandara.
Dalam pernyataannya, GACA menyebut langkah tersebut dilakukan untuk “menyelesaikan prosedur yang diperlukan guna memverifikasi keselamatan fasilitas dan kesiapan operasionalnya”.
Seorang sumber senior di bidang penerbangan yang memantau penerbangan ke kawasan Teluk mengatakan kepada AFP bahwa penghentian operasional diperkirakan berlangsung selama sisa hari kerja di Arab Saudi.
Sumber tersebut mengungkapkan bahwa otoritas penerbangan Saudi telah mengirimkan pemberitahuan kepada maskapai pada Senin (12/10/2026).
“Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan,” ujar sumber tersebut kepada AFP.
Sumber: Detik News


