BIONS 327: Dr. Imran Agus Nurali Ungkap 5 Kunci Kesehatan Lansia
RBN || Jakarta
Menjaga kesehatan di usia lanjut membutuhkan perhatian khusus, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, hingga pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu lansia mempertahankan kualitas hidup sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam program Bincang Online Inspiratif (BIONS) seri 327 bersama Dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO, dokter spesialis kedokteran olahraga yang pernah menduduki sejumlah posisi penting di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Sabtu (10/10/2026).
Dalam pembahasannya, Dr. Imran menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik, asupan makanan, dan pemantauan kondisi tubuh untuk mendukung kesehatan lansia.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah aktivitas fisik. Lansia dianjurkan tetap aktif bergerak atau melakukan olahraga sesuai kemampuan untuk membantu menjaga kelenturan pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.
Aktivitas fisik juga berperan dalam mengurangi kekakuan tubuh serta menjaga fungsi organ. Sebaliknya, kebiasaan kurang bergerak dapat berdampak pada penurunan fungsi otak dan meningkatkan risiko gangguan kognitif, termasuk demensia.
Olahraga tidak harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Jalan kaki, senam ringan, atau aktivitas sederhana lainnya dapat menjadi pilihan, dengan tetap menyesuaikan kondisi kesehatan dan kemampuan masing-masing individu.
Dr. Imran juga mengingatkan pentingnya memperhatikan lima aspek mendasar dalam menjaga kesehatan, yakni makan, tidur atau istirahat, buang air kecil, buang air besar, dan olahraga.
Kelima aspek tersebut berkaitan dengan kebutuhan dasar tubuh yang perlu dijaga agar tetap berfungsi dengan baik. Pola makan seimbang, tidur yang cukup, serta kebiasaan buang air yang teratur perlu diperhatikan bersamaan dengan aktivitas fisik.
Pengaturan pola makan juga penting untuk membantu mencegah dan mengendalikan penyakit, terutama hipertensi dan diabetes yang kerap menjadi perhatian pada kelompok usia lanjut.
Selain menerapkan pola hidup sehat, lansia perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah ini penting untuk mengetahui kondisi tubuh, mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, serta memastikan penanganan yang sesuai.
Bagi lansia yang memiliki hipertensi, tekanan darah perlu dipantau dan penggunaan obat harus mengikuti anjuran dokter. Pengobatan tidak sebaiknya dihentikan atau diubah tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.
Hal serupa berlaku bagi penderita diabetes. Pengelolaan penyakit perlu dilakukan melalui pemeriksaan rutin, konsumsi obat sesuai jadwal, pengaturan pola makan, serta olahraga ringan yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Pengendalian diabetes tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan dalam menjalankan kebiasaan sehari-hari.
Stroke menjadi salah satu kondisi serius yang perlu diwaspadai, khususnya pada orang dengan faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes. Kondisi ini dapat terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau masalah pada pembuluh darah.
Dr. Imran mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda stroke agar pertolongan medis dapat segera diberikan.
Salah satu cara mengenali gejalanya adalah dengan memperhatikan beberapa hal berikut:
– Balance (keseimbangan): apakah seseorang tiba-tiba kehilangan keseimbangan atau mengalami gangguan koordinasi?
– Eyes (mata): apakah muncul gangguan penglihatan secara mendadak?
– Face (wajah): apakah salah satu sisi wajah terlihat menurun atau tidak simetris?
– Arms (lengan): apakah salah satu lengan mendadak terasa lemah atau sulit diangkat?
– Speech (bicara): apakah orang tersebut mendadak sulit berbicara, berbicara pelo, atau kesulitan memahami perkataan?
Apabila gejala tersebut muncul secara tiba-tiba, segera hubungi layanan darurat dan bawa pasien ke rumah sakit. Catat waktu pertama kali gejala terlihat untuk membantu tenaga medis menentukan penanganan yang tepat.
Waktu sangat penting dalam penanganan stroke. Periode sekitar 4,5 jam sering menjadi acuan untuk menilai kelayakan sejumlah terapi reperfusi pada stroke iskemik, meskipun keputusan pengobatan bergantung pada kondisi pasien dan hasil pemeriksaan. Karena itu, masyarakat tidak boleh menunda mencari pertolongan medis.
Masalah kesehatan lain yang perlu mendapat perhatian pada usia lanjut adalah osteoporosis atau penurunan kepadatan tulang yang membuat tulang lebih rentan mengalami patah.
Untuk membantu menjaga kesehatan tulang, lansia dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, seperti susu dan produk olahannya, ikan tertentu yang dapat dimakan bersama tulangnya, serta sayuran hijau.
Selain memperhatikan asupan nutrisi, aktivitas fisik juga penting. Gerakan tubuh secara teratur dapat membantu mempertahankan kekuatan otot, keseimbangan, dan kemampuan beraktivitas sehari-hari sehingga risiko jatuh dapat dikurangi.
Aktivitas yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tulang, kemampuan fisik, serta riwayat kesehatan masing-masing lansia.
Menjaga kesehatan lansia tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kemampuan berpikir dan mengingat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan stimulasi mental secara rutin.
Kegiatan seperti membaca buku, mendengarkan musik, mengisi teka-teki, dan melakukan aktivitas yang merangsang pikiran dapat membantu menjaga keterlibatan kognitif.
Aktivitas tersebut dapat menjadi bagian dari rutinitas harian yang menyenangkan sekaligus membantu lansia tetap aktif secara mental. Interaksi sosial, tidur yang cukup, aktivitas fisik, serta pengendalian faktor risiko penyakit juga penting untuk mendukung kesehatan otak.
Meski demikian, kegiatan stimulasi otak bukanlah jaminan untuk mencegah atau menyembuhkan demensia. Apabila lansia mengalami penurunan daya ingat yang mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Pola makan seimbang, olahraga sesuai kemampuan, istirahat cukup, pemeriksaan kesehatan berkala, serta aktivitas yang merangsang otak merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.
Dengan dukungan keluarga dan pendampingan tenaga kesehatan, lansia diharapkan dapat tetap aktif, mandiri, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.


