Dikejar Pelajar Bersenjata Tajam, Dua Remaja Tewas Kecelakaan di Alam Sutera
RBN || Tangerang Selatan
Dua pelajar meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat (9/10/2026). Kecelakaan tersebut diduga terjadi saat kedua korban berusaha melarikan diri dari kejaran sekelompok pelajar yang membawa senjata tajam.
Peristiwa sekitar pukul 17.00 WIB itu terekam kamera CCTV dan videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah sepeda motor melaju di jalan raya. Sepeda motor yang ditumpangi kedua korban tampak dikejar oleh pengendara lain yang membawa senjata tajam.
Pengejaran diduga berlangsung hingga sepeda motor korban menabrak pembatas jalan. Akibatnya, kedua korban terjatuh dan terpental ke trotoar. Sementara itu, kelompok yang mengejar mereka terlihat meninggalkan lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Iptu Wahyuni, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, kedua korban bersama teman-temannya baru selesai menjadi suporter pertandingan futsal di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera.
Pada saat bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya dan diduga membawa senjata tajam. Kedua korban bersama teman-temannya kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera.
Dalam perjalanan, kedua korban diduga dikejar hingga Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia.
Menurut Wahyuni, kedua korban yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik di pinggir jalan. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera.
Tim Inafis Polres Tangerang Selatan bersama pihak RSUD Kabupaten Tangerang melakukan pemeriksaan terhadap kedua korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan luka bekas sabetan senjata tajam maupun luka tusuk.
Polisi menemukan sejumlah luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh korban, termasuk wajah dan dahi. Luka tersebut diduga disebabkan benturan dengan benda keras saat kecelakaan terjadi.
Setelah melakukan pemeriksaan lokasi dan serangkaian penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Serpong mengamankan tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Ketiganya merupakan pelajar SMK di Ciledug dan berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH).
Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya ditangkap di kediaman masing-masing. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, satu bilah golok, serta satu unit sepeda motor.
Wahyuni menjelaskan bahwa dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam ditangani lebih lanjut oleh Polsek Serpong sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan identitas anak.
Sementara itu, penanganan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan kedua pelajar tersebut ditangani Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Tangerang Selatan.
Kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa untuk memastikan kronologi secara utuh, termasuk dugaan pengejaran dan keterkaitan kelompok pembawa senjata tajam dengan kecelakaan yang menewaskan kedua korban.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar melapor melalui kantor kepolisian terdekat atau layanan Kepolisian 110.
Selain itu, orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja serta memperkuat komunikasi dan pembinaan untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam tindakan yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Sumber: Detik News


