Netanyahu Perintahkan Audit Keamanan Usai Insiden Pesawat Flydubai

RBN || Tel Aviv

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem keamanan penerbangan sipil internasional yang melayani rute menuju Israel. Langkah tersebut diambil setelah seorang kopilot asal Oman diduga menyerang kapten dan berupaya mengambil alih kendali pesawat dalam penerbangan dari Dubai menuju Israel.

Perintah peninjauan keamanan tersebut disampaikan Netanyahu pada Minggu (4/10/2026). Pemerintah Israel menilai insiden itu perlu menjadi bahan evaluasi untuk mengantisipasi kemungkinan celah keamanan pada penerbangan komersial dari luar negeri.

Netanyahu meminta Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Shmuel Ben Ezra, membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek keamanan penerbangan sipil asing.

“Perdana Menteri telah menginstruksikan Kepala Dewan Keamanan Nasional, Shmuel Ben Ezra, untuk menunjuk tim pemeriksa guna melakukan peninjauan menyeluruh terhadap seluruh aspek keamanan penerbangan sipil asing menuju Israel,” demikian bunyi pernyataan Kantor Perdana Menteri Israel yang dikutip AFP, Minggu (4/10/2026).

Peninjauan tersebut diperkirakan mencakup sejumlah aspek, mulai dari prosedur pemeriksaan terhadap kru pesawat, keamanan di dalam kokpit, hingga koordinasi informasi dan intelijen dengan maskapai serta otoritas penerbangan sipil internasional.

Insiden yang memicu evaluasi tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2026). Pesawat Flydubai yang terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Tel Aviv terpaksa melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi.

Kopilot dalam penerbangan tersebut diduga menyerang kapten dan berusaha mengambil alih kendali pesawat. Upaya tersebut akhirnya berhasil digagalkan setelah penumpang dan awak kabin melakukan tindakan untuk menghentikannya.

Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 itu menggunakan Boeing 737 MAX 8 dan membawa 174 penumpang, yang sebagian besar merupakan warga negara Israel.

Insiden tersebut kemudian mendorong pemerintah Israel untuk mengevaluasi kembali sistem keamanan penerbangan internasional sebagai langkah pencegahan terhadap potensi ancaman serupa di masa mendatang.

Sumber: Berita Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *