Transjakarta Evaluasi Pengamen di Mikrotrans Kampung Melayu

RBN || Jakarta

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan menyusul adanya pengamen yang beraktivitas di dalam layanan Mikrotrans kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Perusahaan memastikan laporan tersebut menjadi bahan perhatian untuk menjaga layanan transportasi publik tetap aman, nyaman, dan tertib.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan pihaknya terus mengevaluasi kejadian tersebut agar aktivitas serupa tidak kembali terjadi. “Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan terkait adanya pengamen pada layanan Mikrotrans,” ujar Ayu, Jumat (2/9).

Selain larangan mengamen, Transjakarta memiliki sejumlah ketentuan bagi pelanggan Mikrotrans. Meskipun tarif layanan saat ini Rp0, setiap penumpang tetap wajib melakukan tap in dan tap out menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE).

Pelanggan juga diwajibkan naik dan turun hanya pada bus stop yang telah ditentukan. Ketentuan tersebut diterapkan untuk mendukung ketertiban dan keamanan selama operasional layanan berlangsung.

Transjakarta turut melarang aktivitas meminta sumbangan maupun berjualan di dalam armada Bus dan Mikrotrans serta seluruh area halte. Ketentuan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan seluruh pengguna transportasi publik.

Ayu mengimbau pelanggan turut menyampaikan laporan apabila menemukan aktivitas yang mengganggu kenyamanan selama menggunakan layanan Transjakarta. Pelanggan diminta mencatat kode bus atau nomor pelat kendaraan agar laporan dapat ditelusuri.

Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 1500-102 atau media sosial resmi Transjakarta. Perusahaan menyatakan masukan pelanggan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *