Rangkaian Serangan Rusia di Ukraina Tewaskan Delapan Orang

RBN || Kyiv

Rangkaian serangan Rusia terhadap sejumlah wilayah di Ukraina menewaskan sedikitnya delapan orang. Serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah bangunan dan fasilitas mengalami kerusakan, termasuk di ibu kota Ukraina, Kyiv.

Dilansir AFP, Minggu (27/9/2026), Rusia meningkatkan serangan terhadap Ukraina ketika negara tersebut memasuki tahun kelima invasi dan bersiap menghadapi musim dingin berikutnya dalam kondisi perang. Pemerintah Ukraina menuduh Moskow melakukan serangan yang menyasar wilayah sipil.

Menteri Dalam Negeri Ukraina Ivan Vyhivskyi mengatakan tiga orang tewas setelah serangan menghantam sebuah pusat anak-anak di Kota Sumy, wilayah utara Ukraina. Salah satu korban merupakan seorang gadis berusia 16 tahun.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa tiga orang lainnya tewas akibat serangan malam hari di wilayah Zaporizhzhia. Di Kyiv, serangan drone Rusia juga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Wali Kota Kyiv Vitalii Klitschko mengatakan seorang perempuan dan dua anak berusia 16 tahun mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Pemerintah kota menyebut serangan drone terus terjadi di wilayah Kyiv.

Sebanyak 16 lokasi dilaporkan mengalami kerusakan di sekitar Kyiv. Kerusakan tersebut mencakup 12 rumah pribadi di kawasan pinggiran ibu kota, sebuah gudang, serta fasilitas produksi.

Korban lainnya tercatat di wilayah Odesa. Pihak berwenang setempat menyebut serangan besar-besaran terjadi di bagian selatan wilayah Laut Hitam tersebut dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Dengan demikian, korban tewas dalam rangkaian serangan terbaru Rusia di beberapa wilayah Ukraina mencapai delapan orang. Selain korban jiwa, serangan tersebut juga menimbulkan kerusakan terhadap rumah warga dan sejumlah fasilitas lainnya.

Serangan ini terjadi ketika konflik Rusia-Ukraina masih berlangsung dan ketegangan kembali meningkat menjelang musim dingin. Pemerintah Ukraina menyatakan serangan terhadap wilayah sipil terus menjadi perhatian, sementara dalam laporan tersebut tidak terdapat tanggapan dari pihak Rusia mengenai tuduhan tersebut.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *