Foto Siswi SMPN di Jaktim Diedit AI Jadi Vulgar, Disdik DKI Beri Pendampingan

RBN || Jakarta

Seorang siswa kelas 9 di salah satu SMP Negeri di Pulogadung, Jakarta Timur, diduga menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengedit foto sejumlah rekannya hingga menjadi gambar bermuatan vulgar.

Kasus tersebut telah diketahui oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. Disdik bersama pihak sekolah dan sejumlah instansi terkait kemudian melakukan penanganan terhadap peserta didik yang terlibat maupun yang menjadi korban.

Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan pihak sekolah bersama Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur telah melakukan pertemuan dengan orang tua peserta didik yang terlibat serta peserta didik yang terdampak. Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa (22/9/2026).

Menurut Nahdiana, perlindungan dan pemulihan peserta didik menjadi perhatian utama dalam penanganan kasus tersebut.

“Perlindungan dan pemulihan peserta didik menjadi prioritas dalam penanganan kasus ini,” kata Nahdiana saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

Peserta Didik Jalani Asesmen Psikologi

Dalam proses penanganan, Disdik DKI turut melibatkan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP).

Tim PPAPP kemudian melakukan asesmen psikologi sosial terhadap peserta didik yang terdampak maupun peserta didik yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis setiap peserta didik sekaligus menentukan kebutuhan pendampingan yang diperlukan.

Nahdiana menegaskan penanganan kasus yang melibatkan anak harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi psikologis dan prinsip perlindungan anak.

“Karena itu, setiap langkah yang diambil perlu mempertimbangkan kondisi psikologis anak dan prinsip perlindungan anak,” ujarnya.

Hingga saat ini, Disdik DKI belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai sanksi yang diberikan kepada peserta didik yang diduga terlibat. Status peserta didik tersebut dalam kegiatan belajar maupun ujian juga belum disampaikan secara detail.

Polisi Turut Telusuri Kasus

Sebelumnya, kepolisian juga telah melakukan penelusuran terkait dugaan pengeditan dan penyebaran foto siswi SMP negeri di Jakarta Timur menggunakan AI hingga menjadi bermuatan asusila.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan polisi telah mengetahui informasi mengenai kasus tersebut. Namun, saat itu belum ada laporan resmi dari para korban.

“Iya betul, namun saat ini belum ada laporan dari para korban,” kata Made.

Informasi yang beredar menyebutkan terdapat ratusan foto rekan-rekan pelaku yang diduga telah diedit. Bahkan, terdapat informasi bahwa foto hasil editan tersebut diperjualbelikan.

Polisi kemudian mengimbau korban untuk melaporkan kejadian tersebut. Di sisi lain, kepolisian juga melakukan pengumpulan informasi untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kasus tersebut.

Made menyebut salah satu bentuk penyebaran foto tersebut adalah dengan menjadikannya sebagai stiker.

Terduga Pelaku Juga Melapor

Kasus tersebut kemudian berkembang setelah siswa yang diduga melakukan pengeditan foto juga membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Timur.

Ia melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya. Polisi menyebut siswa tersebut mengaku mengalami kekerasan fisik dari sejumlah teman korban setelah perbuatannya diketahui.

Menurut keterangan kepolisian, teman-teman para siswi yang fotonya diedit merasa tidak terima dengan tindakan tersebut dan kemudian melakukan kekerasan terhadap siswa yang diduga mengedit foto.

“Adapun sebelumnya korban mengedit foto siswi-siswi menjadi foto vulgar, lalu teman-teman siswi-siswi tersebut tidak menerima sehingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban,” jelas Made.

Saat ini, penanganan kasus masih dilakukan oleh pihak terkait. Disdik DKI berfokus pada perlindungan dan pemulihan peserta didik, sementara kepolisian masih melakukan penelusuran terhadap dugaan pengeditan serta penyebaran foto menggunakan teknologi AI tersebut.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *