Kemenpora Dorong Olahraga Disabilitas Inklusif

RBN || Kediri

Kementerian Pemuda dan Olahraga terus memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas melalui program Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya”.

Program Training of Trainers tersebut digelar di Kota Kediri pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat peran pelatih, pendamping, dan penggerak olahraga inklusif di daerah.

Plt. Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Rika Aninggar Fitriasari, menyoroti rendahnya partisipasi olahraga disabilitas. Berdasarkan data Kemenpora, sekitar 11,6 persen dari 22,9 juta penyandang disabilitas aktif berolahraga.

Menurut Rika, angka tersebut masih perlu ditingkatkan secara serius. Partisipasi yang luas menjadi dasar untuk menemukan dan mengembangkan potensi atlet disabilitas berprestasi.

“Potensi ini tidak akan berkembang pesat dengan partisipasi yang rendah,” ujarnya.

Program Berdaya tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis melatih. Peserta juga dibentuk menjadi pendamping yang mampu membangun kepercayaan dan membuka akses olahraga.

Nilai yang dikembangkan mencakup integritas, empati, responsif, dedikatif, adaptif, serta keyakinan terhadap potensi setiap individu. Peserta juga didorong menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Metode pembinaan diharapkan terus menyesuaikan perkembangan kebutuhan. Pendekatan blended learning menjadi salah satu pilihan untuk memperluas jangkauan pelatihan.

Ketua NPCI Kota Kediri, Nanda Mei Sholihah, menyebut akses informasi masih menjadi tantangan utama. Kondisi tersebut terutama dirasakan penyandang disabilitas yang tinggal jauh dari pusat kegiatan.

Pendekatan dari pintu ke pintu masih dilakukan untuk mencari calon atlet muda. Cara ini juga digunakan untuk memperkenalkan kesempatan berolahraga kepada masyarakat.

Kolaborasi antarlembaga dinilai menjadi kunci memperluas partisipasi olahraga disabilitas. Pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, dan masyarakat perlu bergerak bersama.

Melalui program Berdaya, Kemenpora berharap olahraga semakin inklusif dan mudah diakses. Ruang olahraga juga diharapkan mampu meningkatkan kesehatan, kemampuan, dan prestasi penyandang disabilitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *