Genjot Minat Baca, Waka MPR Dorong Akselerasi Digitalisasi Naskah Nusantara

RBN || Jakarta

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong percepatan digitalisasi naskah Nusantara sebagai salah satu langkah memperluas akses pengetahuan sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.

Menurut Lestari, transformasi perpustakaan tidak cukup hanya dengan mengubah paradigma. Diperlukan langkah nyata dan strategis agar sumber daya perpustakaan dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Di tengah tantangan literasi yang masih rendah, pemanfaatan secara maksimal sumber daya yang ada harus segera direalisasikan. Potensi yang dimiliki Perpustakaan Nasional harus mampu mendorong minat baca masyarakat,” ujar Lestari dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP IPI) Joko Santoso menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan masyarakat menuntut perpustakaan untuk terus bertransformasi.

Perpustakaan, menurut Joko, tidak cukup hanya berorientasi pada penghimpunan koleksi. Akses masyarakat terhadap berbagai sumber informasi dan pengetahuan, termasuk bahan bacaan digital, juga perlu diperluas.

Lestari menyebut data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mencatat terdapat 143.259 koleksi naskah Nusantara hingga akhir 2024. Namun, baru 7.987 naskah yang telah berhasil didigitalisasi.

Selain itu, data Perpusnas per Maret 2026 menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional berada di angka 40,6 atau kategori rendah. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) tercatat 54,80 atau masuk kategori sedang.

Data tersebut, kata Lestari, menjadi pijakan bahwa upaya meningkatkan literasi masyarakat perlu dilakukan secara lebih masif.

Rerie, sapaan Lestari, yang juga merupakan Anggota Komisi X DPR RI, mendorong agar naskah kuno dan berbagai bahan bacaan segera didigitalisasi dan dimanfaatkan secara optimal.

“Naskah yang sudah didigitalisasi jangan hanya disimpan. Pemanfaatan secara maksimal harus segera direalisasikan,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan anggaran, Lestari menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat program literasi.

Menurutnya, sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan peran pemerintah daerah, keterlibatan pegiat literasi, hingga kebijakan fiskal yang mendukung, seperti pengurangan pajak buku dan bahan baku kertas.

“Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, sangat krusial untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berdaya saing di masa depan,” pungkas Lestari.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *