RBN || Jakarta
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan dunia industri perlu terus diperkuat agar potensi kelautan Indonesia dapat dikelola melalui penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Hal tersebut disampaikan Menteri Brian saat menghadiri peresmian Ocean Institute of Indonesia (OII) di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (21/7). Ocean Institute of Indonesia merupakan penguatan identitas kelembagaan yang mengintegrasikan 11 satuan pendidikan tinggi vokasi di lingkungan KKP dalam satu wadah kolaborasi pendidikan tinggi kelautan dan perikanan.
Menteri Brian mengapresiasi langkah KKP dalam membentuk Ocean Institute of Indonesia sebagai wadah penguatan pendidikan tinggi vokasi kelautan dan perikanan sekaligus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan.
“Ocean Institute of Indonesia harapannya menjadi poros untuk melahirkan sumber daya manusia dan poros riset dan inovasi di bidang kelautan di Indonesia. Kelautan adalah harta karun yang harus diangkat oleh orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Ocean Institute of Indonesia akan menjadi salah satu backbone lahirnya inovasi-inovasi dan karya-karya besar di bidang kelautan,” ujar Menteri Brian.
Menurut Menteri Brian, kolaborasi yang dibangun melalui OII diharapkan mendorong pengembangan pusat-pusat riset dan inovasi di berbagai daerah dengan melibatkan perguruan tinggi mitra, dosen, peneliti, serta mahasiswa sehingga mampu menghasilkan inovasi yang mendukung kemajuan sektor kelautan.
Menteri Brian juga berharap Ocean Institute of Indonesia dapat melahirkan pusat-pusat keunggulan (center of excellence) yang fokus pada bidang-bidang unggulan serta mendorong lahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi kelautan.
“Kami berharap di beberapa titik dapat dibangun center of excellence yang fokus pada bidang-bidang unggulan sehingga melahirkan produk inovasi di bidang kelautan, bahkan startup baru yang menjadikan sektor ini sebagai salah satu industri besar di Indonesia,” kata Menteri Brian.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKKP), Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa pembentukan Ocean Institute of Indonesia merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi vokasi di lingkungan KKP. Menurut MenKKP penguatan kelembagaan tersebut harus diiringi dengan kemitraan bersama perguruan tinggi yang memiliki kapasitas akademik dan keilmuan yang kuat.
“Selain ahli di bidangnya, ahli di bidang vokasi dari sisi keilmuannya juga harus dimiliki. Maka saya minta kita kerja sama dengan perguruan tinggi yang reputasinya terbaik. Inilah yang tadi sudah tanda tangan, ada Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian ada Institut Pertanian Bogor (IPB), kemudian ada Universitas Diponegoro (Undip) dan seterusnya,” ujar Menteri Trenggono.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama Ocean Institute of Indonesia dengan 17 mitra strategis yang terdiri atas perguruan tinggi, institusi pertahanan, serta dunia usaha dan dunia industri. Kemitraan ini diharapkan memperkuat penyelenggaraan pendidikan, penelitian terapan, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menilai kehadiran Ocean Institute of Indonesia menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan. Menurutnya, kekayaan sumber daya laut Indonesia akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek akan terus memperkuat kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, dan dunia industri untuk mendukung pengembangan talenta unggul, riset, dan inovasi yang berkontribusi pada pembangunan sektor kelautan dan peningkatan daya saing Indonesia sebagai negara maritim.
________________________
sumber: humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi











