DLH DKI Jakarta Ungkap Langit Berkabut Bukan Imbas Asap Karhutla

RBN || Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa kondisi langit Jakarta yang tampak berkabut belum terindikasi dipengaruhi oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumatera dan Kalimantan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul ramainya perbincangan masyarakat di media sosial mengenai penyebab kabut yang menyelimuti langit ibu kota.

Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menjelaskan bahwa berdasarkan data pemantauan kualitas udara periode 1–14 Oktober 2026, konsentrasi PM2.5 di Jakarta berada pada rentang 35–75 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Menurutnya, angka tersebut menunjukkan pola fluktuasi yang masih tergolong normal untuk kondisi Jakarta sehari-hari dan belum memperlihatkan peningkatan tajam.

Untuk mengetahui kemungkinan masuknya polutan dari luar wilayah Jakarta, DLH DKI Jakarta melakukan pemodelan menggunakan Hybrid Single-Particle Lagrangian Integrated Trajectory (HYSPLIT). Pemodelan tersebut menggunakan data global periode 1–14 Oktober 2026 untuk menganalisis arah pergerakan angin dan potensi penyebaran polutan.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa hingga 14 Oktober 2026, belum terdapat indikasi arah angin yang berpotensi membawa asap karhutla dari Sumatera dan Kalimantan menuju Jakarta. Arah angin pada ketinggian permukaan, 1.000 meter, dan 2.000 meter cenderung berasal dari timur hingga tenggara, mengikuti pola angin global di Indonesia.

Berdasarkan hasil pemantauan dan pemodelan tersebut, Yogi menilai kecil kemungkinan polusi udara Jakarta pada 14–15 Oktober 2026 dipengaruhi oleh karhutla di kedua wilayah tersebut.

Meski demikian, penyebab pasti kondisi langit Jakarta yang tampak berkabut belum dijelaskan secara spesifik dalam keterangan DLH DKI Jakarta. Pemantauan kualitas udara tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan kondisi lingkungan dan potensi pencemaran udara di ibu kota.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *