Cerita Warga Dengar Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel: Getarannya Terasa hingga Seperti Terangkat
RBN || Tangerang Selatan
Ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan (Tangsel), mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah warga terluka. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIB itu menimbulkan dentuman keras, getaran kuat, serta asap pekat yang membuat warga di sekitar lokasi panik.
Salah satu saksi, Deni Asnawi (42), seorang dokter yang memiliki ruko tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku merasakan getaran kuat ketika ledakan terjadi. Saat itu, ia sedang bersiap untuk makan sebelum mendengar suara dentuman keras.
“Saya lagi mau makan tuh begitu saya mau makan itu bunyi dentuman. Dum, gitu. Kencang banget, bergetar gitu, sampai kita tuh kayak keangkat gitu, kan,” kata Deni di lokasi kejadian, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026).
Deni mengatakan atap bangunan tempatnya bekerja langsung berjatuhan setelah ledakan. Karyawan yang berada di dalam gedung berlarian dan meminta dirinya segera turun untuk menyelamatkan diri.
Ketika melihat ke luar, Deni mendapati pecahan kaca berserakan dan sejumlah orang mengalami luka-luka. Asap tebal juga menyelimuti area tersebut hingga menghalangi pandangan warga.
“Terus pas saya ngelihat keluar itu kaca semua pada jatuhan, orang pada luka-luka, pada ngumpul semua di bagian bawah. Itu semua pandangan putih semua. Saya nggak bisa ngelihat seperti kayak asap kabut begitu,” ujarnya.
Deni menambahkan, sebelum dan sesudah ledakan, dirinya tidak mencium bau gas. Bau yang tercium justru berasal dari debu dan puing-puing bangunan.
Saksi lainnya, Bahrudin, mengatakan asap pekat langsung muncul setelah ledakan. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan bernapas. Karena mengenal sejumlah karyawan yang bekerja di gedung tersebut, Bahrudin turut membantu memberikan pertolongan kepada para korban.
Ledakan tersebut merusak sekitar empat blok ruko berlantai dua. Lokasi kejadian diketahui merupakan gudang penyimpanan buah. Para korban kemudian dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, termasuk RS Sari Asih, RS Fatmawati, dan RSUD Tangerang Selatan.
Sementara itu, polisi memastikan ledakan tersebut bukan berasal dari bom. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, mengatakan petugas menemukan sejumlah tabung gas, termasuk tabung gas etilen seberat 52 kilogram. Penyebab pasti ledakan masih didalami oleh kepolisian.
Sumber: Detik News


