Kebakaran Penjaringan Jakarta Utara, 500 Warga Jadi Penyintas
RBN || Jakarta
Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kertajaya IV, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13/10). Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengerahkan 27 unit pemadam untuk mengendalikan api yang diduga berasal dari korsleting listrik.
Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.55 WIB. Sebanyak 135 personel kemudian dikerahkan ke lokasi setelah upaya pemadaman mandiri oleh warga dan pemilik rumah tidak mampu menghentikan api yang cepat membesar.
Pemadaman dimulai pukul 14.00 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan pada pukul 15.41 WIB. Penanganan keseluruhan dinyatakan selesai pada pukul 16.20 WIB.
“Berdasarkan pendataan awal, ada 200 Kepala Keluarga (KK) berjumlah 500 jiwa menjadi penyintas kebakaran,” ujar Gatot.
Lurah Penjaringan Makhrus Nugroho Darojat mengatakan pendataan terhadap bangunan dan warga terdampak masih dilakukan. Hingga sementara, sekitar 150 rumah dilaporkan terbakar, sementara dua warga meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka serta telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Untuk membantu penanganan, pihak kelurahan berkoordinasi dengan BPBD, Suku Dinas Sosial, dan Palang Merah Indonesia (PMI). Tempat pengungsian sementara juga disiapkan di musala terdekat bagi warga yang terdampak.
Makhrus mengapresiasi respons cepat petugas pemadam dalam menangani kebakaran. Ia memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar kebutuhan dasar para penyintas dapat segera terpenuhi.


